Mayoritas TKI Bantaeng target Malaysia

Minggu, 06 Mei 2012 - 19:10 WIB
Mayoritas TKI Bantaeng...
Mayoritas TKI Bantaeng target Malaysia
A A A
Sindonews.com - Dinas Sosial tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans) kabupaten Bantaeng menyebutkan tenaga kerja indonesia (TKI) asal Bantaeng, lebih tertarik ke Malaysia.

Kepala Bidang Tenaga kerja, Dinsosnakertrans, Syahrul Bayan mengatakan sebanyak 287 TKI asal Bantaeng dilaporkan sudah berada di Malaysia sejak tahun lalu. Hingga April tahun ini, pihaknya juga sudah menerima 454 pengajuan rekomendasi Paspor sebagai syarat untuk menjadi TKI.

“Dari jumlah itu, semuanya memilih Malaysia sebagai tujuan mencari kerja. Disana, mereka kebanyakan bekerja di bidang perkebunan,”ungkap Syahrul, Minggu (6/5/2012).

Sejumlah alasan memilih Malaysia sebagai daerah tujuan mencari kerja asal warga Bantaeng, kata Syahrul adalah komunikasi yang terbilang mudah dari negara lainnya, Malaysia juga memiliki jaringan informasi yang jelas dan cepat dengan pemerintah kabupaten Bantaeng. Tidak hanya itu, banyaknya lapangan usaha yang ada membuat warga Bantaeng memilih tempat ini.

Syahrul menambahkan, sejauh ini tidak ada pengawasan secara spesifik terkait pemberangkatan TKI yang diduga ilegal. Pengawasan ini sulit dilakukan karena TKI yang bersangkutan berangkat tanpa sepengetahuan pemerintah desa.

“Sulit kita awasi. Kebanyak mereka berangkat sendiri-sendiri dengan alasan menjenguk keluarga di Malaysia. Namun setelah disana, malah juga ikut mencari kerja,” kata dia.

Meski demikian, Syahrul mengatakan, sejauh ini pihak Dinsosnakertrans telah mengimbau masyarakat Bantaeng untuk senantiasa mengikuti aturan saat menjadi TKI. Menurutnya, TKI yang berangkat sesuai prosedur akan mudah mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan.

Sementara itu, pihaknya juga melansir sebanyak lima tenaga kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten Bantaeng yang telah meninggal dunia di Malaysia dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Dari jumlah itu, sebanyak tiga jenazah diantaranya berhasil dipulangkan oleh pemerintah kabupaten Bantaeng bersama dengan perusahaan jasa tenaga kerja indonesia (PJTKI) bersangkutan.

Ketiga jenazah itu berhasil dipulangkan karena memiliki dokumen perjalanan yang jelas. Menurutnya, saat keluarga korban melapor ke Dinsosnakertrans, pihaknya bisa langsung melacak PJTKI yang memberangkatkan korban tersebut.

Lain halnya dengan dua TKI lainnya. Keduanya, sulit dipulangkan jenazahnya lantaran tidak memiliki dokumen yang jelas. Pihak Dinsosnakertrans menduga kedua TKI ini berangkat dengan Ilegal.

Dari lima kasus kematian tenaga kerja asal Bantaeng itu, empat diantaranya dilaporkan meninggal karena karena kecelakaan kerja. Satu orang diantaranya meninggal karena sakit. Terakhir, seorang TKI asal Malaysia, Sahiri Mido diketahui meninggal karena kecelakaan kerja, Jumat 4 Mei. (wbs)
()
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
14 menit yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
20 menit yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
1 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
1 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
2 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
2 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved