Nenek pengemis duel rebutan daerah kekuasaan

Jum'at, 27 Januari 2012 - 11:26 WIB
Nenek pengemis duel...
Nenek pengemis duel rebutan daerah kekuasaan
A A A
Sindonews.com - Bukan hanya preman yang biasanya berebut lahan kekuasaan. Pengemis pun juga tidak rela jika kawasan tempatnya mengemis dimasuki pengemis lain.

Pengemis rebutan lahan mengemis, terjadi di perempatan Alun-alun Sidoarjo, Jalan Untung Suropati, Jumat (27/1/2012) siang. Dua nenek pengemis duel gara-gara rebutan kawasan untuk mengemis.

Bukan hanya adu mulut, dua nenek yang berumur 70-an tahun itu bahkan berduel. Mereka saling pukul sampai tangan salah satu pengemis hingga berdarah-darah. Kejadian itu menarik perhatian pengendara yang kebetulan berhenti karena lampu merah. Pengendara banyak yang turun untuk melerai dua nenek pengemis itu.

"Ini daerah saya ngemis, kenapa kok kamu ke sini," ujar bu Mis, nenek pengemis yang berkulit kuning langsat dan berpostur agak tinggi.

Duel dua nenek pengemis itu berakhir setelah dilerai pengendara. Bahkan, akibat kejadian ini kendaraan yang dari arah Jalan Untung Suropati sempat macet.

Agar tidak terjadi duel lagi, bu Riyah, nenek pengemis yang bertubuh agak pendek disuruh pergi dari kawasan itu. "Mau ngemis di mana lagi, di perempatan lain sudah ada pengemisnya," ujar pengemis yang mengaku asal Wonoayu tersebut.

Selama ini, yang sering terlihat ngemis di kawasan perempatan Jalan Untung Suropati adalah nenek yang biasa dipanggil bu Mis asal Madura. Dia biasanya duduk-duduk di trotoar menunggu pengendara memberi uang. Ketika ada pengendara membuka mobil dan mengeluarkan uang, dia mendekat ke mobil.

"Kalau pengemis yang berpostur pendek baru kelihatan. Biasanya yang ngemis sambil duduk di trotoar adalah bu Mis. Ada-ada saja, pengemis juga rebutan lahan," ujar Hari, loper koran yang biasa mangkal di perempatan Jalan Untung Suropati.

Maraknya pengemis di Sidoarjo, terutama yang mangkal di perempatan jalan karena mereka merasa lebih mudah mencari uang dengan meminta-minta daripada bekerja lainnya. Beberapa waktu lalu, kakek-kakek yang semula menjadi tukang parkir di warnet dekat perempatan Jalan Untung Suropati, memilih menjadi pengemis.

Padahal, selain menjadi juru parkir dia juga menjadi tukang becak. Dia memilih menjadi pengemis karena penghasilannya lebih banyak.

"Saat jadi jukir sehari paling bisa dapat Rp20 ribu. Itupun tanggung jawab takut kehilangan sepeda motor. Mending gini jadi pengemis, kalau banyak yang memberi bisa dapat Rp40 ribu sampai Rp50 ribu," ujar pengemis bertubuh kurus tersebut.
()
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved