Ratusan hektare padi diserang tikus

Sabtu, 07 Januari 2012 - 01:45 WIB
Ratusan hektare padi...
Ratusan hektare padi diserang tikus
A A A
Sindonews.com- Ratusan hektare sawah padi di Kabupaten Tulungagung diserbu hama tikus. Serangan binatang pengerat tersebut mengancam para petani kehilangan hasil panen.

Dari data yang dimiliki dinas pertanian, sedikitnya 610 hektare sawah di Kabupaten Tulungagung, masuk kategori rusak. Sebagian besar kerusakan menimpa padi di masa pertumbuhan.

Selain di sebagian wilayah Kecamatan Gondang, kerusakan juga terjadi di sebagian sawah Kecamatan Kauman, Boyolangu, Karangrejo dan Besuki. "Serangan itu berlangsung serentak," ujar Kepala Bidang Produksi Tanaman Dinas Pertanian Tulungagung Sukemi kepada wartawan, Jumat (6/1/2012).

Berdasarkan pengalaman, serangan hama tikus ini bukanlah yang pertama kalinya. Bahkan dapat dikatakan, dalam setiap tahun, serbuan tikus selalu terjadi. Menurut Sukemi, apa yang terjadi itu lebih dikarenakan dampak dari ketidakseimbangan alam.

Predator atau pemangsa yang selama ini menjadi musuh alami tikus telah musnah. "Punahnya ular dan burung hantu ini menjadikan populasi tikus menjadi tidak terkendali. Sementara pola tanam yang tidak serempak juga semakin memperburuk keadaan," terangnya.

Sebab, lanjut Sukemi, dengan pola tanam yang tidak sama, tikus akan lebih mudah berimigrasi dari sawah yang habis panen menuju ke area yang baru memasuki musim tanam. "Pencegahan satu-satunya adalah dengan mengajak petani untuk melakukan penggropyokan massal, pungkasnya.

Aksi bantai tikus secara massal pun dilakukan sejumlah petani Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel. Para petani yang sudah tiga bulan lamanya menjadi bulan-bulanan giliran menyerang lubang-lubang yang ditengarai sebagai sarang tikus. Selain diasapi dengan gas belerang, lubang tikus itu juga disemprot dengan air banyak. "Begitu keluar dari lubang langsung kita bunuh," ujar Nuryatin.

Meski tidak mampu seketika melenyapkan hama serangan, aksi gropyok massal ini cukup mengurangi serangan hama tikus di wilayah Pakel. "Sebab, kalau tidak begini, tentu seluruh tanaman akan habis tidak bersisa," pungkasnya.
()
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
56 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved