Remaja Pembuang Bayi di Mojokerto Tak Akui Itu Anaknya

loading...
Remaja Pembuang Bayi di Mojokerto Tak Akui Itu Anaknya
Remaja Pembuang Bayi di Mojokerto Tak Akui Itu Anaknya
MOJOKERTO - Ketua Dewan Pengawas RSI Hasanah Kota Mojokerto, Sri Mujiwati menyatakan, bayi yang dibuang di atas genteng saat ini dalam perlindungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, bayi tersebut dibawa ke RS Hasanah oleh warga.

"Saat ini menjadi kewenangan LKSA, termasuk siapa nanti yang merawat karena bayi itu dibawa warga ke sini (RSI Hasanah) bukan orang tuanya. Jadi, status bayi itu bukan milik siapa-siapa, sehingga jika ingin merawat harus melalui SOP (Standar Operasional Prosedur)," kata Sri Mujiwati, Selasa (7/4/2020).

(Baca juga: Biadab, Usai Melahirkan, Remaja Tega Buang Bayinya ke Atas Genteng)

Muji, sapaan akrabnya, menjelaskan LD (19) remaja yang diduga ibu kandung bayi tersebut tidak mengakui itu anaknya. Keluarga LD sendiri tidak tahu dia dibawa ke rumah sakit karena kondisi lemah sehabis melahirkan.



“LD tidak mengakui itu bayinya. Kalau pun mengakui, status bayi itu ditemukan warga. Jadi, karena tidak diakui, kewenangannya ada di LKSA," tandas Muji.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, kondisi bayi yang dibuang di atas genteng rumah warga itu kondisinya kini mulai membaik. Kendati demikian, bayi berjenis kelamin laki-laki itu masih harus menjalani perawatan intensif.

"Kondisinya Alhamdulillah sudah terus membaik. Bahkan saat ini bayi tersebut sudah dikeluarkan dari inkubator," kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, usai meninjau ke RS Hasanah, Selasa (7/4/2020).



Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (3/4/2020) pasangan suami istri Farida dan Suprapto menemukan bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki di atas genteng rumah mereka. Pasutri ini bersama warga lalu membawa bayi malang tersebut ke rumah sakit. Selanjutnya, warga melaporkan kasus itu ke polisi.

(zil)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top