Meninggal Usai Dijenguk Cucu, Warga Enggan Kuburkan Jenazah

Jum'at, 03 April 2020 - 15:05 WIB
Meninggal Usai Dijenguk...
Meninggal Usai Dijenguk Cucu, Warga Enggan Kuburkan Jenazah
A A A
GUNUNGKIDUL - Virus corona benar - benar membuat warga cemas. Di Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, jenazah warga yang meninggal dunia setelah ditengok cucunya dari Depok, Jawa Barat, terlantar dan tidak ada yang mau menguburkan.

Terpaksa, Tim Gugus Tugas COVID-19 Gunungkidul bersama Bhabinkamtibmas dan Forum Pimpinan Kecamatan turun tangan dan langsung mengambil alih proses pemakaman. (Baca juga: Mulai April, Akad Nikah Harus di KUA dan Hanya Dihadiri 10 Orang)

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID- 19 Pemkab Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, beberapa hari lalu dirinya mendatangi rumah duka di Kecamatan Playen. Warga di sana, ungkapnya, takut merawat jenazah hingga menguburkan.
Sebab, sebelum meninggal dunia, kakek berusia 70 tahun tersebut dijenguk cucu dari Depok, Jawa Barat. Padahal di pemberitaan media, Depok merupakan salah satu zona merah karena banyak kasus corona di wilayah tersebut. “Karena keluarga tidak berani mendekat, maka kita bawa tim pemulasaraan yang sudah terlatih dan menggunakan APD lengkap," tandasnya, Jumat (3/4/2020).

Pihaknya bisa memahami sikap masyarakat tersebut. Meski belum dinyatakan positif COVID-19, namun sehabis berinteraksi dengan warga dari wilayah zona merah corona itulah yang membuat warga ketakutan. “Ini terjadi tidak hanya di sini namun di seluruh Indonesia. Bahkan ada yang menolak untuk dikuburkan di suatu wilayah. Dan ini risiko maka kami sudah siapkan proses penguburan sesuai protokol COVID-19,” tandasnya.

Dia pun mengimbau bagi pendatang dan pemudik untuk melakukan isolasi mandiri, menjaga jarak dengan tuan rumah selama 14 hari. “Kalau mengeluhkan gejala demam, sesak nafas, dan batuk pilek segera periksa di fasilitas kesehatan dan ikuti arahan," ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID- 19 Pemkab Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan,
hingga hari ini, di Gunungkidul terdapat satu warga positif corona. Selain itu jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 31 orang dan sudah diambil spesimen 16 orang. Hasilnya, 3 orang dinyatakan negatif dan 11 lainnya masih menunggu proses. “Kemudian dua PDP meninggal dunia dengan hasil uji laboratorium belum keluar,” tandasnya.
(nbs)
Berita Terkait
Pemkab Gunungkidul Bentuk...
Pemkab Gunungkidul Bentuk Tim Penguburan Jenazah Pasien COVID-19
Pemkab Gunungkidul Fokus...
Pemkab Gunungkidul Fokus Tracking Klaster Jamaah Tabligh
Jika Ada Warga KBB Tolak...
Jika Ada Warga KBB Tolak Pemakaman Korban Corona, Wabup Hengki Siap Pasang Badan
Pemkab Gunungkidul Minta...
Pemkab Gunungkidul Minta Kegiatan Jamaah Tabligh Dihentikan
Gunungkidul Mulai Sering...
Gunungkidul Mulai Sering Terima Jenazah asal Jabodetabek
Gugus Tugas Sesalkan...
Gugus Tugas Sesalkan Pemakaman Pasien PDP Tak Ikuti Protokol Covid-19
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
39 menit yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
15 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved