Masuk Zona Merah Corona, IKD Surabaya Imbau Anggota Jangan Panik

Jum'at, 03 April 2020 - 06:57 WIB
Masuk Zona Merah Corona,...
Masuk Zona Merah Corona, IKD Surabaya Imbau Anggota Jangan Panik
A A A
SURABAYA - Ikatan Keluarga Demak (IKD) di Surabaya mengimbau agar anggotanya yang berjumlah sekitar 10.000 kepala keluarga (KK) tidak panik menyikapi wabah corona (COVID-19). Meskipun, Surabaya masuk zona merah dalam peta penyebaran corona di Jawa Timur.

Imbauan itu disampaikan sesepuh IKD Surabaya, Sukarjo. Sebagai orang yang sering dimintai nasihat oleh warga, terutama warga Demak asal Surabaya, ia mengimbau anggota IKD tetap tenang dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah, baik pemkot Surabaya maupun pemprov Jatim.

"Saya sudah imbau warga asal Demak di Surabaya yang jumlahnya sekitar 10.000 KK agar tidak panik. Saya juga mengimbau agar mereka berdiam diri di rumah, menghindari keluar rumah apalagi berkumpul dengan banyak orang," tutur Sukarjo, Kamis (2/4/2020).

(Baca juga: Jumlah Pasien Positif COVID-19 di Jatim Tidak Bertambah)


Purnawiran Kolonel TNI AL ini mengungkapkan, warga Demak terkenal religius. Karena itu, pihaknya mendorong agar mereka memperbanyak ibadah, berzikir dan bersholawat di rumah masing-masing.

Ia yakin, kekuatan spritual akan mempertebal kekuatan fisik dan kesehatan diri, sehingga daya imun tubuh pun bertambah. Dengan begitu, tubuh tidak mudah diserang virus Corona.

"Situasi ini memang berat tapi harus dihadapai dengan tabah. Saya kira sebagai orang beriman, kita juga wajib berikhtiar lewat doa dan ibadah. Karena itu, saya imbau warga IKD untuk perbanyak doa dn zikir," ujar pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya ini.

Sukarjo mengaku meskipun pasca wabah Covid-19, Kota Surabaya menjadi sepi. Namun hal itu tak terlalu berpengaruh pada perekonomian warga Demak di Surabaya.

Lulusan Akmil 1985 ini menjelaskan, warga Demak di Surabaya kebanyakan berprofesi sebagai penjahit dan wiraswasta. Karena itu pasang surut usaha atau sepi order adalah hal yang biasa mereka hadapi.

"Saya selalu tanamkan optimisme kepada warga saya. Termasuk saat wabah Corona saat ini. Saya yakin obat untuk pasien Corona akan segera ditemukan dan situasi akan berangsur normal," kata pengurus yayasan Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya tersebut.
(maf)
Berita Terkait
Pandemi Corona, Bantuan...
Pandemi Corona, Bantuan Sembako Tokoh Surabaya Ini Dinilai Sangat Membantu
Cak Machfud Fokus Semprot...
Cak Machfud Fokus Semprot Disinfektan ke Ponpes dan Panti Asuhan di Surabaya
Tingkat Kriminalitas...
Tingkat Kriminalitas Turun, Tokoh Surabaya Ini Apresiasi Aparat
Wabah Virus Corona Munculkan...
Wabah Virus Corona Munculkan Solusi Virtual Exhibition
Sudah 2.400 Orang Daftar...
Sudah 2.400 Orang Daftar Salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya
Kemendagri Minta Pemda...
Kemendagri Minta Pemda Serius Tangani Wabah Virus Corona
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
5 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
13 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
13 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
13 jam yang lalu
Infografis
5 Menteri Terkaya yang...
5 Menteri Terkaya yang Masuk di Kabinet Merah Putih
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved