Jelang Pilkada 2020, Ratusan Juta Uang Palsu Beredar di Tangsel

Kamis, 12 Maret 2020 - 02:15 WIB
Jelang Pilkada 2020,...
Jelang Pilkada 2020, Ratusan Juta Uang Palsu Beredar di Tangsel
A A A
TANGERANG SELATAN - Perputaran uang palsu (upal) jelang Pilkada Tangsel 2020 ditengarai mulai marak. Bahkan berdasarkan data pihak kepolisian, sedikitnya Rp300 juta uang palsu pecahan Rp100 ribu telah tersebar luas di masyarakat.

Uang palsu ini diedarkan di wilayah Tangsel dan diperjual belikan dengan harga sangat murah. Untuk setiap Rp10 juta uang palsu pecahan Rp100 ribu, dijual seharga Rp1 juta.

Hal ini diketahui setelah Polres Tangsel membongkar aktivitas pembuatan uang palsu di wilayahnya. Wakapolres Tangsel Kompol Didik Putra Kuncoro mengatakan, terbongkarnya kasus ini berawal dari dilimpahkannya dua orang tersangka pengedar dan pembuat upal dari Polsek Padalarang, kepada Polres Tangsel.

"Di sana, mereka mengedarkan uang palsu. Tetapi tidak cukup bukti. Lalu diserahkan ke Polres Tangsel," kata Didik, di Polres Tangsel, Rabu (11/3/2020).

Pihaknya pun langsung mendalami kasus itu dan berhasil mengorek informasi bahwa kedua pelaku, Andi Mansyur (61), dan Riski (25), pernah melakukan transaksi jual beli uang palsu di Apartemen Altiz, Pondok Aren.

"Saat ini kami mengejar satu pelaku lain yang berinisial M (45), dan menetapkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tangsel, sebagai otak kawanan," jelasnya.

Dari hasil pendalaman terhadap kedua pelaku diketahui bahwa keduanya tidak hanya menjual uang palsu, tetapi juga memproduksi. Uang palsu diproduksi secara manual melalu mesin cetak kertas.

"Mereka melakukan penggadaan uang palsu pecahan Rp100 ribu di Bogor. Dari kedua tersangka kami mengamankan bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu 199 lembar, dan 500 lembar yang belum dipotong," paparnya.

Selama dua tahun beroperasi, kata dia, sedikitnya Rp300 juta uang palsu telah diproduksi pelaku dan berhasil dijual di Tangsel. Itu belum termasuk yang tersebar di Cimahi, Bandung. Diduga, ada banyak lagi upal yang tersebar.

"Selama 2 tahun sudah memproduksi Rp300 juta uang palsu. Jadi dicetak menggunakan mesin manual, ada tinta, kertas uang palsu, alat sablon, alat laminating dan printer. Uangnya juga bisa luntur kena air," paparnya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono Adipradono membenarkan, menjelang Pilkada Tangsel 2020 peredaran uang palsu di wilayah Tangsel kembali marak.

"Jelang pilkada, terkait adanya uang palsu yang marak, kita mengimbau kepada seluruh masyarajat agar lebih peka. Karena secara kasat mata dan fisik, bahan uang palsu terlihat berbeda dari aslinya," tukasnya.

Muharam menjelaskan, uang palsu produksi di Bogor berkualitas rendah. Karena kertas yang digunakan tidak menggunakan jenis kertas uang dan tidak memiliki serat hologram.

Sementara pelaku Andi Mansyur mengaku baru terjun ke bisnis uang palsu ini sejak 4 bulan lalu. Setiap membuat Rp1 juta uang palsu, dia mendapat upah dari pelaku M sebesar Rp500 ribu.

"Karena kebutuhan ekonomi pak. Belum lama, baru 4 bulan lalu. Setiap membuat Rp1 juta uang palsu, saya dibayar Rp500 ribu. Buatnya di Bogor. Harga jualnya ke masyarakat Rp1 juta untuk Rp10 juta uang palsu," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku ini dijerat dengan Pasal 36 Ayat 2 atau Ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Palsu dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.
(thm)
Berita Terkait
Edarkan Uang Palsu,...
Edarkan Uang Palsu, Warga Barito Selatan Ditangkap Polisi
Apes! Jual Ponsel buat...
Apes! Jual Ponsel buat Acara Tahlilan, Pria Ini Malah Dibayar Pakai Uang Palsu Rp3 Juta
Perdana Dalam Sejarah...
Perdana Dalam Sejarah Tangsel, Kasus Politik Uang Pilkada Masuk Meja Hijau
Beli Handphone COD Pakai...
Beli Handphone COD Pakai Uang Palsu, Pemuda di Tangerang Ditangkap Polisi
Uang Palsu Banyak Dibuat...
Uang Palsu Banyak Dibuat di Jateng, Disebarkan ke Jabodetabek
Edarkan Uang Palsu Rp223...
Edarkan Uang Palsu Rp223 Juta, Mantan Artis Sinetron SA Ditangkap
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
1 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
1 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
1 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
2 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
3 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
4 jam yang lalu
Infografis
Biaya Minimal Hidup...
Biaya Minimal Hidup Layak di Jakarta Rp15 Juta per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved