Masker Palsu Buatan Pabrik Ilegal di Cakung Beredar Luas hingga Rumah Sakit

Minggu, 01 Maret 2020 - 12:25 WIB
Masker Palsu Buatan...
Masker Palsu Buatan Pabrik Ilegal di Cakung Beredar Luas hingga Rumah Sakit
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya sedang melakukan penelusuran terkait peredaran masker yang diproduksi pabrikan ilegal di kawasan Pergudangan Cakung, Cilincing, Jakarta Utara. Masker palsu yang diproduksi sejak Januari 2020 itu selama ini telah dijual bebas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku mengaku jika penyebaran masker palsu yang diproduksinya itu telah disebarkan di beberapa tempat, seperti apotek, toko alat kesehatan, hingga beberapa rumah sakit di Jakarta.

“Mereka mengaku kalau masker palsu yang tidak ber SNI itu memang sudah disebar dan dijual,” ujar Yusri, Minggu (1/3/2020). (Baca juga: Polisi Gerebek Pabrik Masker Ilegal Beromzet Rp250 Juta/Hari di Cilincing)

Menurut Yusri, pelaku tidak mengalami kesulitan dalam menyebarkan atau memasarkan masker palsu itu. Selaku supplier alat-alat kesehatan, mereka tentu sudah faham dan menguasai jalur pendistribusia, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk meraup keuntungan dari penjualan masker palsu itu.

“Mereka memang memanfatkan kelangkaan masker dengan produksi sendiri dan akhirnya mereka mengendalikan harganya,” bebernya. (Baca juga: Stok Menipis Harga Masker Naik 5 Kali Lipat)

Diketahui, masker yang diproduksi pabrik ilegal itu selain tidak ber-SNI, kualitasnya juga jauh dari steril. Dalam masker berwarna hijau tersebut juga tidak dilapisi antiseptick. Sehingga menggunakan masker tersebut tidak berpengaruh, karena memang tidak ada penyaringan untuk kuman ataupun virus.

“Kita akan lakukan penyelidikan juga. Kami menduga ada jaringan lain yang juga memanfaatkan kelangkaan masker ini,” tukasnya. (Baca juga: Masker yang Diproduksi Pabrik Ilegal di Cilincing Tak Punya Antivirus)

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek pabrik masker ilegal di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020). Pabrik yang beroperasi sejak Januari 2020 tersebut memiliki omzet Rp250 juta per hari.

Gudang tersebut merupakan milik PT Unotech Mega Persada yang sehari-hari digunakan untuk menyimpan alat-alat kesehatan impor. Selain ilegal, masker produksi pabrik tersebut juga tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
(thm)
Berita Terkait
Penggerebekan Gudang...
Penggerebekan Gudang Gas Elpiji Ilegal di Cirebon, Polisi Sita 1.137 Tabung
Ikatan Ahli Kesehatan...
Ikatan Ahli Kesehatan Sebut Protokol Kesehatan Tak Berjalan di Masyarakat
Kesehatan Masyarakat...
Kesehatan Masyarakat yang Jalani Isolasi Mandiri Tetap Terus Dipantau
Pandemi COVID-19 Picu...
Pandemi COVID-19 Picu Masalah Kesehatan Mental Masyarakat
Pentingnya Istirahat...
Pentingnya Istirahat Cukup Selama Pandemi Virus Corona
Dua Tokoh Superhero...
Dua Tokoh Superhero Sosialisasikan Bahaya Virus Corona
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
10 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
Mistral Saba Kecerdasan...
Mistral Saba Kecerdasan Buatan Berbahasa Arab Beredar di Timteng
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved