Kapuk Raya dan Teluk Gong Kebanjiran, Lalu Lintas Semrawut
Rabu, 26 Februari 2020 - 19:28 WIB
Kapuk Raya dan Teluk Gong Kebanjiran, Lalu Lintas Semrawut
A
A
A
JAKARTA - Jalan Kapuk Raya dan Teluk Gong, perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara masih tergenang. Akses di kawasan tersebut terganggu.
Imbasnya kemacetan tak terhindarkan. Melintasi kawasan sepanjang 5 km perjalanan memakan waktu dua jam. Sejumlah kendaraan mulai roda dua hingga truk kontainer saling berebut jalan.
Di sisi lain, jalan yang hanya selebar delapan meter tak sanggup menampung kendaraan. Imbasnya antrean mengular hingga 3 km terlihat di sepanjang Kapuk Raya hingga Kamal Raya.
SINDOnews menjajal jalan tersebut pada pukul 11.00 WIB, Rabu (26/2/2020). Melintasi menggunakan motor dari Kamal Raya menuju Teluk Gong memakan waktu hingga dua jam. Kecepatan motor tak kurang dari 20 km per jam.
Sepanjang jalan kesemrawutan terlihat. Beberapa pemotor berusaha menghindari genangan sehingga mengganggu laju mobil dan truk. Termasuk kendaraan warga yang terparkir di pinggir jalan lantaran rumahnya masih kebanjiran. Kendaraan ini menyempitkan akses jalan karena sebagian bahu jalan terpakai untuk parkir.
“Abang masih mending dua jam, tadi saya hampir tiga jam,” kata Budi (34) pengemudi ojek online ditemui di Pospol Teluk Intan-Kalijodo, Jakarta Utara, Rabu (26/2/2020). (Baca juga: Genangan Setinggi 50 Cm, Jalur KBN Belum Bisa Dilintasi Kendaraan Kecil)
Jalan Kapuk Raya merupakan jalan alternatif menuju kawasan pergudangan di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Jalan ini juga menjadi akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Rawa Bokor, Tangerang, Banten.
Penumpukan yang terjadi tak lepas dari banyaknya perkampungan warga di Jalan Daan Mogot yang terendam seperti Kapuk Raya, Jalan Daan Mogot sehingga pemilik mobil memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Tubagus Angke dan Jalan Peternakan yang terjadi antrean panjang kendaraan.
Imbasnya kemacetan tak terhindarkan. Melintasi kawasan sepanjang 5 km perjalanan memakan waktu dua jam. Sejumlah kendaraan mulai roda dua hingga truk kontainer saling berebut jalan.
Di sisi lain, jalan yang hanya selebar delapan meter tak sanggup menampung kendaraan. Imbasnya antrean mengular hingga 3 km terlihat di sepanjang Kapuk Raya hingga Kamal Raya.
SINDOnews menjajal jalan tersebut pada pukul 11.00 WIB, Rabu (26/2/2020). Melintasi menggunakan motor dari Kamal Raya menuju Teluk Gong memakan waktu hingga dua jam. Kecepatan motor tak kurang dari 20 km per jam.
Sepanjang jalan kesemrawutan terlihat. Beberapa pemotor berusaha menghindari genangan sehingga mengganggu laju mobil dan truk. Termasuk kendaraan warga yang terparkir di pinggir jalan lantaran rumahnya masih kebanjiran. Kendaraan ini menyempitkan akses jalan karena sebagian bahu jalan terpakai untuk parkir.
“Abang masih mending dua jam, tadi saya hampir tiga jam,” kata Budi (34) pengemudi ojek online ditemui di Pospol Teluk Intan-Kalijodo, Jakarta Utara, Rabu (26/2/2020). (Baca juga: Genangan Setinggi 50 Cm, Jalur KBN Belum Bisa Dilintasi Kendaraan Kecil)
Jalan Kapuk Raya merupakan jalan alternatif menuju kawasan pergudangan di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Jalan ini juga menjadi akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Rawa Bokor, Tangerang, Banten.
Penumpukan yang terjadi tak lepas dari banyaknya perkampungan warga di Jalan Daan Mogot yang terendam seperti Kapuk Raya, Jalan Daan Mogot sehingga pemilik mobil memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Tubagus Angke dan Jalan Peternakan yang terjadi antrean panjang kendaraan.
(jon)