Tak Terjangkau Tangan, Bocah Ini Tewas Terseret Arus Sungai
Senin, 24 Februari 2020 - 22:51 WIB
Tak Terjangkau Tangan, Bocah Ini Tewas Terseret Arus Sungai
A
A
A
TEGAL - Seorang bocah ditemukan tak bernyawa setelah terseret derasnya arus Daerah Aliran Sungai (DAS) Cacaban Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Korban sempat melambaikan tangan minta tolong namun tak terjangkau oleh tangan saksi.
Bocah nahas itu bernama Abi Juliansyah (13) asal Desa Bogares Lor RT 6/2 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. Kejadian bermula saat korban mandi di bendungan Waduk Cacaban, pada Minggu 23 Februari sekira pukul 13.00 WIB.
"Kemudian sekira pukul 15.00 WIB korban terpeleset di area limpasan. Korban sempat terlihat dan minta tolong pada saksi," kata Kepala Basarnas Jateng Nur Yahya, Senin (24/2/2020).
"Saksi mencoba untuk menolong namun tidak terjangkau oleh saksi, karena aliran sungai limpasan deras dan dalam korban terlanjur tenggelam," tambahnya.
Dengan informasi tersebut Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Jateng, Agung Hari Prabowo, memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan operasi pencarian. Petugas juga dilengkapi peralatan SAR air.
"Operasi pencarian dengan metode susur sungai jalan kaki dari hulu ke hilir sejauh 3 kilometer. Diketahui kondisi kedalaman Sungai Cacaban bervariasi sekitar 1-2 meter dan lebar mencapai 5 meter," sambung Agung.
Setelah upaya pencarian tim SAR gabungan, korban berhasil ditemukan dalam posisi meninggal dunia, sekitar pukul 14.55 WIB. Jenazah korban lantas dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. "Operasi SAR dinyatakan selesai dan tim SAR gabungan kembali ke satuannya masing-masing," pungkasnya.
Bocah nahas itu bernama Abi Juliansyah (13) asal Desa Bogares Lor RT 6/2 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. Kejadian bermula saat korban mandi di bendungan Waduk Cacaban, pada Minggu 23 Februari sekira pukul 13.00 WIB.
"Kemudian sekira pukul 15.00 WIB korban terpeleset di area limpasan. Korban sempat terlihat dan minta tolong pada saksi," kata Kepala Basarnas Jateng Nur Yahya, Senin (24/2/2020).
"Saksi mencoba untuk menolong namun tidak terjangkau oleh saksi, karena aliran sungai limpasan deras dan dalam korban terlanjur tenggelam," tambahnya.
Dengan informasi tersebut Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Jateng, Agung Hari Prabowo, memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan operasi pencarian. Petugas juga dilengkapi peralatan SAR air.
"Operasi pencarian dengan metode susur sungai jalan kaki dari hulu ke hilir sejauh 3 kilometer. Diketahui kondisi kedalaman Sungai Cacaban bervariasi sekitar 1-2 meter dan lebar mencapai 5 meter," sambung Agung.
Setelah upaya pencarian tim SAR gabungan, korban berhasil ditemukan dalam posisi meninggal dunia, sekitar pukul 14.55 WIB. Jenazah korban lantas dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. "Operasi SAR dinyatakan selesai dan tim SAR gabungan kembali ke satuannya masing-masing," pungkasnya.
(nag)