Wakil Ketua MPR Ajak Rajut Persatuan Warga Aceh lewat Kenduri Kebangsaan

Sabtu, 22 Februari 2020 - 23:46 WIB
Wakil Ketua MPR Ajak...
Wakil Ketua MPR Ajak Rajut Persatuan Warga Aceh lewat Kenduri Kebangsaan
A A A
BIREUEN - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengajak warga Aceh merajut persatuan melalui kegiatan Kenduri Kebangsaan yang digelar di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2/2020).

Lestari mengatakan, Pemilu 2019 lalu, telah menimbulkan polarisasi dan luka yang cukup mendalam di antara anak bangsa. Sejumlah anggota MPR, DPR, dan DPD se-Provinsi Aceh yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) menyampaikan bahwa masih ada luka pascapemilu. "Terjadi perpecahan dan masyarakat terbelah. Padahal sementara di pusat, semuanya sudah melakukan rekonsiliasi. Biasa kalau pendulum tuh goyangannya kan atas kecil, bawahnya luar biasa," tutur Lestari kepada wartawan di sela kegiatan Kenduri Kebangsaan. (Baca juga: MPR Ingin Sosialisasi Empat Pilar Diberikan Sejak PAUD)

Kemudian, muncul gagasan dari Surya Paloh selaku pembina Yayasan Sukma, untuk melaksanakan rekonsiliasi. Karena masyarakat Aceh memiliki satu kearifan lokal yang merupakan bagian dari budaya dan tradisi berupa kenduri, kemudian muncul gagasan untuk digelar Kenduri Kebangsaan yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Di mana ketika orang melakukan kenduri, semua duduk bersama, sama rata, sama rasa, dan dari semua golongan. Dan biasanya selepas kenduri, ketika hari raya lebaran juga sangat besar, dan tradisi ini kita ambil karena dengan kenduri ini kita harapkan kita bisa memulai sesuatu dengan baru," tutur politikus Partai NasDem ini.

Dikatakan Lestari, dalam Forbes yang merupakan perkumpulan DPR, MPR, dan DPD asal Aceh, tidak ada sekat partai politik karena semuanya melebur menjadi satu. "Bahkan dari kami tidak ada yang terpilih. Kami kehilangan kursi dari Partai Nasdem pada waktu itu. Tapi kan di sini kita sudah bicara beyond partai. Oleh karena itu, karena kami di sini mengampu sekolah Yayasan Sukma Bangsa, lalu Pak Surya menawarkan, ya sudah kalau begitu Sekolah Sukma saja yang host," urainya.

Pemilihan Bireuen sebagai lokasi kegiatan Kenduri Kebangsaan juga bukan tanpa alasan. Pertama karena sejarah. "Kita tahu bagaimana Bireuen pernah menjadi pusat sejarah, tapi yang juga orang kadang-kadang lupa, Bireuen pernah dalam waktu yang pendek menjadi Ibu Kota Negara. Ketika waktu itu, Belanda mengatakan Agresi II sudah merebut kembali Indonesia, tapi dari Bireuen siaran radio menembus sampai India, memberitahu bahwa Indonesia masih ada dan ibu kotanya di sini. Jadi atas dasar itulah kemudian kami juga memilih Bireuen," katanya.

Dikatakan Lestari, kegiatan kenduri ini adalah bagian dari upaya merajut kebangsaan dan keindonesiaan. "Merajut kebangsaan Indonesia tentu tidak lepas dari semangat dan filosofi dari Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika," katanya.

Senada dengan Lestari, anggota Komisi III DPR asal Aceh, Nasir Djamil mengatakan, Kenduri Kebangsaan merupakan bagian dari konsolidasi kebangsaan yang diharapkan bisa ditindaklanjuti dan dillakukan juga di semua provinsi.

"Jadi, selama lima tahun kepemimpinan Pak Jokowi, kita harus jujur mengakui bahwa anak bangsa ini terpolarisasi dengan isu-isu SARA, misalnya. Keduri Kebangsaan yang digagas oleh Forum Bersama Anggota DPR dan DPD dari Aceh, Yayasan Sukma dan Media Gruop ini diharapkan menarik perhatian semua provinsi sehingga ini dimulai dari Aceh," katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting sebagai bagian dari konsolidasi kebangsaan agar kemudian sesama anak bangsa tercipta persatuan. "Salah satunya harus kita wujudkkan dalam bentuk konsolidasi kebangsaan itu," katanya.
(shf)
Berita Terkait
Tiga Bulan Dibentuk,...
Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
ACT Terus Dampingi dan...
ACT Terus Dampingi dan Siapkan Pangan Untuk Penyintas Rohingya di Aceh
Ibu Rumah Tangga Ini...
Ibu Rumah Tangga Ini Nekat Pasok Sabu untuk Suami di Rutan
Bencana Banjir Terjang...
Bencana Banjir Terjang Aceh Barat, Ribuan Rumah Terendam
Demi Daging Meugang,...
Demi Daging Meugang, Warga Subussalam Aceh Rela Berdesakan di Pasar Sejak Subuh
Gelombang Tinggi Hantam...
Gelombang Tinggi Hantam Aceh Barat Daya, 38 Rumah Ambruk
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
40 menit yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
2 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
2 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
4 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
5 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved