Cegah Stunting, RB Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Universitas Udayana

Rabu, 19 Februari 2020 - 14:13 WIB
Cegah Stunting, RB Indonesia...
Cegah Stunting, RB Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Universitas Udayana
A A A
GIANYAR - Upaya penanggulangan stunting adalah agenda prioritas nasional. Bahkan, dalam RPJMN tahun 2020-2024 dicanangkan target pencapaian 6,5% angka kemiskinan dan 14% angka prevalensi stunting hingga pengujung tahun 2024.

Tahun 2019 angka prevalensi stunting nasional berada pada level 27,67%. Sebagai bagian dari pelaku usaha di Indonesia, PT Reckitt Benckiser (RB) Indonesia bersama Center of Public Health Innovation (CPHI) Faktultas Kedokteran Universitas Udayana sepakat melakukan kerjasama untuk secara aktif berpatisipasi dalam rencana kerja nasional terkait stunting.

Diawali pada tahun 2019 lalu, telah di tanda tangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dengan RB tentang Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Upaya Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk dapat menjalankan amanah yang diberikan Kemenkes RI maka RB memutuskan untuk menjalin kemitraan strategis dengan CPHI yang juga memiliki misi yang sama dalam peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia.

“CPHI sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyambut positif kerjasama lintas pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam project di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar ini. Kami percaya lewat kolaborasi masyarakat, desa adat, dan seluruh kader akan menjadikan upaya ini memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya desa Lebih kabupaten Gianyar”, ujar dr Pande Januraga MKes DrPH Ketua CPHI Universitas Udayana, Rabu (19/2/2020).

Dari berbagai kajian dan data yang telah dipublikasikan pada tahun 2019, diperkirakan tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar adalah 9-12%, jauh lebih baik dari publikasi RISKESDAS 2013.

Desa Lebih sendiri telah berkomitmen mengalokasikan APBDES sebesar lebih dari 280 Juta untuk menanggulangi stunting yang terjadi di warganya. Hal ini tentu perlu terus diperkuat dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk semakin mempercepat peningkatan kualitas kehidupan masyarakat khususnya di Desa Lebih.

“Ada kebanggaan desa Lebih terpilih menjadi lokasi project Keluarga Sehat Indonesia Kuat dari PT Reckitt Benckiser Indonesia. Kami berterima kasih, dan siap berkerjasama agar masyarakat bisa lebih baik”, tegas I Wayan Geria, Kepala Desa Lebih dalam sarasehan peluncuran program di Kantor Kepala Desa Lebih.

RB menilai masyarakat Desa Lebih memiliki semangat yang luar biasa dalam berkolaborasi selama perencanaan program bersama mitra CPHI – Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Target untuk peningkatan kualitas kesehatan lingkungan lewat pendekatan STBM diharap mampu mendukung pencapaian positifi penurunan prevalensi stunting yang ada saat ini.

“Sejalan dengan misi global RB untuk membawa perbedaan dengan memberikan solusi inovatif, dan dengan kepercayaan yang diberikan kami siap membagikan praktik-praktik terbaik dalam tata kelola kesehatan lingkungan, dan sanitasi. Harapannya, kami dapat mendukung pencapaian pemerintah pusat maupun daerah,” pungkas dr Helena Wonohadi, Director CSR Project PT Reckitt Benckiser (RB) Indonesia.
(zil)
Berita Terkait
Pertama di Bali, Kabupaten...
Pertama di Bali, Kabupaten Gianyar Salurkan BLT Dana Desa
GFNY Bali 2022 Digelar,...
GFNY Bali 2022 Digelar, Kemenparekraf: Ini Bentuk Nyata Recovery Pandemi
Mister Aladin Optimistis...
Mister Aladin Optimistis Industri Pariwisata Kembali Bergeliat di Era New Normal
Mahayastra Serahkan...
Mahayastra Serahkan APD untuk Puskesmas se-Gianyar
Astaga! 2 Nenek di Gianyar...
Astaga! 2 Nenek di Gianyar Bali Duel Sengit di Jalanan
Kompor Meledak saat...
Kompor Meledak saat Ngaben Massal, 2 Warga Gianyar Tewas
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
9 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved