Izin Habis, Pemprov Banten Larang Perusahan Geotermal di Padarincang Beraktivitas

loading...
Izin Habis, Pemprov Banten Larang Perusahan Geotermal di Padarincang Beraktivitas
Izin Habis, Pemprov Banten Larang Perusahan Geotermal di Padarincang Beraktivitas
SERANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten memastikan izin PT Sintesa Banten Geotermal (SBG) selaku pelaksana pembangunan energi panas bumi di Padarincang, Kabupaten Serang, telah habis.

Oleh karena itu, perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas apapun sebelum izin baru diselesaikan.

Diketahui, pembangunan geotermal mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. Bahkan sejumlah masyarakat sekitar bahkan beberapa waktu lalu, melakukan aksi memblokade sejumlah aparat yang akan melakukan audiensi.

Belum lagi tuntutan penolakan dari mahasiswa yang disuarakan melalui aksi long match dari Serang sampai Jakarta.



Kepala DLHK Banten M Husni Hasan membenarkan jika izin PT SBG saat ini telah habis. Ia mengungkapkan, jika PT SBG ingin melanjutkan pembangunan maka harus mendapatkan izin baru terlebih dahulu.

“Izin PT SBG sudah mati. Harus diajukan lagi jika ingin dilanjutkan. Tapi sampai saat ini kami belum menerima pengajuan itu,” kata Husni saat ditemui di Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Jumat (14/2/2020).

Saat ditanya berapa masa izin yang diberikan DLHK ke PT SBG, Husni mengaku, jika masa aktif perizinan berlaku selama tiga tahun. Meski begitu, sebelum proses perpanjang perizinan itu dilakukan, pihak DLHK akan terlebih dahulu melakukan evaluasi ke lapangan.



“Masa aktif perizinan itu tiga tahun. Ada dan tidak ada aktivitas, ketika masa aktifnya habis harus diperpanjang,” katanya.
halaman ke-1 dari 3
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top