Polisi Dalami Kasus Pengeroyokan Remaja Putus Sekolah di Bogor
Selasa, 11 Februari 2020 - 11:24 WIB
Polisi Dalami Kasus Pengeroyokan Remaja Putus Sekolah di Bogor
A
A
A
BOGOR - Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus kematian MZ (16), remaja putus sekolah akibat dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Jalan Pandu Raya, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu 9 Februari 2020 dini hari. Untuk mengungkap kasus ini, polisi telah memeriksa 20 saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
"Penyelidikannya saat ini, pertama kelompok pihak terduga pelaku dan kedua pihak korban. Jadi dari keduanya kita panggil untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Bogor Utara AKP Ilot Juanda Selasa (11/02).
Dari 20 orang yang diduga terlibat tersebut, 6 di antaranya dibuatkan laporan untuk dilakukan pendalaman. "Tapi tidak semuanya kita buatkan, hanya enam orang saja yang kita buatkan laporan," terangnya.
Meski menaruh kecurigaan kepada kedua kelompok pemuda tersebut, pihaknya tak ingin cepat ambil kesimpulan. "Kita masih melakukan pendalaman dan penggalian informasi dari ke-20 saksi yang dipanggil," katanya.
Sebelumnya, aksi kelompok bersenjata di Kota Bogor kian meresahkan. Seorang remaja 16 tahun, MZ, meregang nyawa usai mendapat luka sabetan senjata tajam (sajam) jenis celurit, Minggu 9 Februari 2020 dini hari. Informasi yang dihimpun, aksi sadis itu terjadi di Jalan Pandu Raya, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, sekitar pukul 04.20 WIB.
Saat itu, korban bersama sang kakak, R (17), dan beberapa temannya hendak pulang dengan mengendarai tiga sepeda motor. Namun di tengah jalan, mereka diadang sekelompok orang yang mengendarai motor dan menumpang angkot. Mereka dibekali dengan senjata tajam.
Korban dan teman-temannya sempat mencoba melarikan diri. Namun nahas, korban keburu mendapat luka tusuk dan sabetan senjata tajam. Korban pun meninggal saat dibawa ke RS PMI Kota Bogor. (Baca juga: Satu Pengeroyok Anggota Dit Samapta Polda Metro Jaya Ditangkap )
"Penyelidikannya saat ini, pertama kelompok pihak terduga pelaku dan kedua pihak korban. Jadi dari keduanya kita panggil untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Bogor Utara AKP Ilot Juanda Selasa (11/02).
Dari 20 orang yang diduga terlibat tersebut, 6 di antaranya dibuatkan laporan untuk dilakukan pendalaman. "Tapi tidak semuanya kita buatkan, hanya enam orang saja yang kita buatkan laporan," terangnya.
Meski menaruh kecurigaan kepada kedua kelompok pemuda tersebut, pihaknya tak ingin cepat ambil kesimpulan. "Kita masih melakukan pendalaman dan penggalian informasi dari ke-20 saksi yang dipanggil," katanya.
Sebelumnya, aksi kelompok bersenjata di Kota Bogor kian meresahkan. Seorang remaja 16 tahun, MZ, meregang nyawa usai mendapat luka sabetan senjata tajam (sajam) jenis celurit, Minggu 9 Februari 2020 dini hari. Informasi yang dihimpun, aksi sadis itu terjadi di Jalan Pandu Raya, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, sekitar pukul 04.20 WIB.
Saat itu, korban bersama sang kakak, R (17), dan beberapa temannya hendak pulang dengan mengendarai tiga sepeda motor. Namun di tengah jalan, mereka diadang sekelompok orang yang mengendarai motor dan menumpang angkot. Mereka dibekali dengan senjata tajam.
Korban dan teman-temannya sempat mencoba melarikan diri. Namun nahas, korban keburu mendapat luka tusuk dan sabetan senjata tajam. Korban pun meninggal saat dibawa ke RS PMI Kota Bogor. (Baca juga: Satu Pengeroyok Anggota Dit Samapta Polda Metro Jaya Ditangkap )
(mhd)