Disdukcapil Bogor Target Pencetakan 52.120 E-KTP Rampung 10 Februari
Selasa, 04 Februari 2020 - 06:05 WIB
Disdukcapil Bogor Target Pencetakan 52.120 E-KTP Rampung 10 Februari
A
A
A
BOGOR - Guna menyesuaikan dengan tagline yang diusung, yakni Bogor Berlari, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor saat ini tengah menggeber pencetakan 52.120 keping KTP elektronik (E-KTP). Rinciannya, 8.028 PRR (Print Ready Record) dan 44.092 suket (surat keterangan).
"Ditargetkan semuanya rampung 10 Februari 2020. Sebab Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri rencananya Senin (03/02) ini akan menyalurkan sekitar 50.000 blangko E-KTP, setelah sebelumnya Disdukcapil Kota Bogor menerima 10.000 blangko E-KTP," kata Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, Senin 3 Februari 2020.
Belum lama ini pihaknya sudah menerima 10.000 blangko E-KTP dari pusat, kemudian dalam waktu 8 hari sudah tercetak 8.000 keping E-KTP atau rata-rata 1.000 keping E-KTP per hari.
Jabodetabek merupakan barometer di Indonesia dalam hal pelayanan dokumen kependudukan. Ada tiga dinas yang akan menjadi percontohan, seperti DKI Jakarta, Kota Bogor, dan Kota Bekasi.
"Jadi, baik itu yang sudah menerima suket (surat keterangan) maupun status PRR (Print Ready Record) pokoknya diminta agar semuanya dicetak," katanya.
Sujatmiko menerangkan, mulai Senin (3/2) tidak ada lagi pencetakan E-KTP di Disdukcapil. Seluruh warga yang sudah memiliki suket segera dicetak dan distribusikan di kelurahan masing-masing.
"Hal ini dilakukan agar tidak terjadi double cetak. Kami akan prioritaskan yang sudah memiliki suket dan PRR," tuturnya.
Sebelumnya, kata dia, Wali Kota Bogor Bima Arya sudah memerintahkan Disdukcapil untuk segera mempercepat permintaan masyarakat dalam hal mengurus dokumen kependudukan. Sebab, selama ini banyak dikeluhkan warga.
"Kita akan kerja keras dengan target 10 Februari semua sudah dicetak. Kita sudah buat aplikasi untuk mencetak per kelurahan," tuturnya.
Dia menegaskan, pada intinya saat ini proses pencetakan massal sudah berjalan. Petugas bekerja secara bergantian untuk mencetak E-KTP agar target yang telah ditetapkan tercapai.
"Mudah-mudahan lancar. Ini bagian dalam mendukung program Bogor Berlari. Jadi, Disdukcapil mengikuti ikut berlari," ucapnya.
Sementara, Kasi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan, Disdukcapil Kota Bogor, Mugi Lastono, menyebutkan, saat ini terdapat 8.028 data PRR dan 44.092 suket. "Ini sedang dikebut prosesnya (cetak) supaya 10 Februari selesai, setelah itu akan didistribusikan ke setiap kelurahan," ujarnya.
Saat ini baru ada 4 mesin pencetak E-KTP dengan target 1.000 keping E-KTP per harinya. "Mesin cetak sementara ada 4, rencana tambahan ada 2 lagi, jadi total 6 mesin," pungkasnya.
"Ditargetkan semuanya rampung 10 Februari 2020. Sebab Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri rencananya Senin (03/02) ini akan menyalurkan sekitar 50.000 blangko E-KTP, setelah sebelumnya Disdukcapil Kota Bogor menerima 10.000 blangko E-KTP," kata Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, Senin 3 Februari 2020.
Belum lama ini pihaknya sudah menerima 10.000 blangko E-KTP dari pusat, kemudian dalam waktu 8 hari sudah tercetak 8.000 keping E-KTP atau rata-rata 1.000 keping E-KTP per hari.
Jabodetabek merupakan barometer di Indonesia dalam hal pelayanan dokumen kependudukan. Ada tiga dinas yang akan menjadi percontohan, seperti DKI Jakarta, Kota Bogor, dan Kota Bekasi.
"Jadi, baik itu yang sudah menerima suket (surat keterangan) maupun status PRR (Print Ready Record) pokoknya diminta agar semuanya dicetak," katanya.
Sujatmiko menerangkan, mulai Senin (3/2) tidak ada lagi pencetakan E-KTP di Disdukcapil. Seluruh warga yang sudah memiliki suket segera dicetak dan distribusikan di kelurahan masing-masing.
"Hal ini dilakukan agar tidak terjadi double cetak. Kami akan prioritaskan yang sudah memiliki suket dan PRR," tuturnya.
Sebelumnya, kata dia, Wali Kota Bogor Bima Arya sudah memerintahkan Disdukcapil untuk segera mempercepat permintaan masyarakat dalam hal mengurus dokumen kependudukan. Sebab, selama ini banyak dikeluhkan warga.
"Kita akan kerja keras dengan target 10 Februari semua sudah dicetak. Kita sudah buat aplikasi untuk mencetak per kelurahan," tuturnya.
Dia menegaskan, pada intinya saat ini proses pencetakan massal sudah berjalan. Petugas bekerja secara bergantian untuk mencetak E-KTP agar target yang telah ditetapkan tercapai.
"Mudah-mudahan lancar. Ini bagian dalam mendukung program Bogor Berlari. Jadi, Disdukcapil mengikuti ikut berlari," ucapnya.
Sementara, Kasi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan, Disdukcapil Kota Bogor, Mugi Lastono, menyebutkan, saat ini terdapat 8.028 data PRR dan 44.092 suket. "Ini sedang dikebut prosesnya (cetak) supaya 10 Februari selesai, setelah itu akan didistribusikan ke setiap kelurahan," ujarnya.
Saat ini baru ada 4 mesin pencetak E-KTP dengan target 1.000 keping E-KTP per harinya. "Mesin cetak sementara ada 4, rencana tambahan ada 2 lagi, jadi total 6 mesin," pungkasnya.
(thm)