5.000 Tanaman di Kebun Raya Bogor Sudah Punya KTP Digital, Buat Apa?
Rabu, 06 Oktober 2021 - 20:25 WIB
loading...
Sebanyak 5.000 tanaman di Kebun Raya Bogor sudah diberikan Kartu Tanda Pohon (KTP) digital yang dapat diakses dengan QR Code. Foto: MNC Portal/Putra Ramadhani Astyawan
A
A
A
BOGOR - Sebanyak 5.000 tanaman di Kebun Raya Bogor sudah diberikan Kartu Tanda Pohon (KTP) digital yang dapat diakses dengan QR Code. Tujuan dari pemberian KTP digital ini untuk mempermudah pengunjung mengakses informasi tanaman .
Kepala Konservasi Mitra Kebun Raya Bogor Junaedi mengatakan, dalam KTP tersebut terdapat beragam informasi yang bisa discan secara umum dan terkoneksi dengan website atau aplikasi Kebun Raya. Seperti terkait genus, spesies dan family dari masing-masing tanaman yang sudah diberikan KTP.
Baca juga: Mantan Menhut MS Kaban: Kebun Raya Bogor Cocok Jadi Wisata Konservasi
"Ada juga deskriptif mulai dari karakteristik tumbuhannya, daun, batang, bunga, buah, sampai yang terakhir penggunaan agar tahu manfaat dari tumbuhan tersebut. Baik secara ekonomis ataupun secara herbal," kata Junaedi, Rabu (6/10/2021).
Dalam pembuatan KTP pohon itu, pihaknya melibatkan beberapa orang dari tim konservasi. Dari informasi itu akan diperiksa oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar tidak ada yang keliru.
"Pendatanya di tim konservasi kita ada lima orang. Mereka lulusan rata-rata dari biologi dan kehutanan. Jadi mereka nanti akan mencari sumber informasi dan sebagainya. Kita patokannya untuk penyebutan nama latin di plant list sudah dipakai di seluruh botanical. Nanti isi kontennya kita kroscek ke peneliti atau BRIN biar tidak salah informasi," jelasnya.
Baca juga: Mengintip Eduwisata Malam GLOW yang Bakal Mempercantik Kebun Raya Bogor
Kepala Konservasi Mitra Kebun Raya Bogor Junaedi mengatakan, dalam KTP tersebut terdapat beragam informasi yang bisa discan secara umum dan terkoneksi dengan website atau aplikasi Kebun Raya. Seperti terkait genus, spesies dan family dari masing-masing tanaman yang sudah diberikan KTP.
Baca juga: Mantan Menhut MS Kaban: Kebun Raya Bogor Cocok Jadi Wisata Konservasi
"Ada juga deskriptif mulai dari karakteristik tumbuhannya, daun, batang, bunga, buah, sampai yang terakhir penggunaan agar tahu manfaat dari tumbuhan tersebut. Baik secara ekonomis ataupun secara herbal," kata Junaedi, Rabu (6/10/2021).
Dalam pembuatan KTP pohon itu, pihaknya melibatkan beberapa orang dari tim konservasi. Dari informasi itu akan diperiksa oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar tidak ada yang keliru.
"Pendatanya di tim konservasi kita ada lima orang. Mereka lulusan rata-rata dari biologi dan kehutanan. Jadi mereka nanti akan mencari sumber informasi dan sebagainya. Kita patokannya untuk penyebutan nama latin di plant list sudah dipakai di seluruh botanical. Nanti isi kontennya kita kroscek ke peneliti atau BRIN biar tidak salah informasi," jelasnya.
Baca juga: Mengintip Eduwisata Malam GLOW yang Bakal Mempercantik Kebun Raya Bogor
Lihat Juga :