Pemkot Bogor Jemput Bola Perekaman E-KTP ke Sekolah, Bima Arya: Biar Mudah Kalau Menikah
Jum'at, 20 Mei 2022 - 13:13 WIB
loading...
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan jemput bola perekaman e-KTP bagi pelajar berusia 17 tahun di sekolah-sekolah. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan jemput bola perekaman e-KTP bagi pelajar berusia 17 tahun di sekolah-sekolah. Perekaman dilakukan dengan membawa peralatan lengkap, mulai dari komputer, perekam sidik jari, perekam retina, dan lainnya.
"Kebijakan Pemkot Bogor adalah jemput bola. Pengurusan dokumen kependudukan harus mudah dan cepat. Jangan nunggu bola. Anak-anak yang sudah 17 tahun ini kita mudahkan agar mereka bisa memperoleh hak-haknya sesegera mungkin," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Jumat (20/5/2022).
Baca juga: Begini Cara Ganti Nama di e-KTP, KK, dan Akta Kelahiran
Bima menjelaskan berbagai hak dan manfaat seseorang memiliki e-KTP. Selain sebagai identitas kependudukan dan memudahkan pembuatan berbagai dokumen, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan perbankan, persyaratan membuka usaha, melamar pekerjaan, salah satu syarat untuk menikah, hingga berguna pada situasi darurat lainnya.
"Bukan masalah kartunya tapi mereka diharapkan bisa sadar akan haknya. Ini bagian dari pendidikan kewarganegaraan juga,' kata Bima.
"Kebijakan Pemkot Bogor adalah jemput bola. Pengurusan dokumen kependudukan harus mudah dan cepat. Jangan nunggu bola. Anak-anak yang sudah 17 tahun ini kita mudahkan agar mereka bisa memperoleh hak-haknya sesegera mungkin," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Jumat (20/5/2022).
Baca juga: Begini Cara Ganti Nama di e-KTP, KK, dan Akta Kelahiran
Bima menjelaskan berbagai hak dan manfaat seseorang memiliki e-KTP. Selain sebagai identitas kependudukan dan memudahkan pembuatan berbagai dokumen, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan perbankan, persyaratan membuka usaha, melamar pekerjaan, salah satu syarat untuk menikah, hingga berguna pada situasi darurat lainnya.
"Bukan masalah kartunya tapi mereka diharapkan bisa sadar akan haknya. Ini bagian dari pendidikan kewarganegaraan juga,' kata Bima.
Lihat Juga :