Gagas Loseda, Kolonel Asep Rahman Atasi Sampah dan Produksi Pupuk Organik

Minggu, 26 Januari 2020 - 11:41 WIB
Gagas Loseda, Kolonel...
Gagas Loseda, Kolonel Asep Rahman Atasi Sampah dan Produksi Pupuk Organik
A A A
JAKARTA - Tidak hanya mengatasi sampah warga yang berada di sekitar aliran Sungai Citarum Bandung, Loseda (Lodong Sampah Sesa Dapur) berhasil memproduksi pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan. Hal tersebut disampaikan Dansektor 22 ' Citarum Harum ' Kolonel Inf Asep Rahman Taufik di Bandung, Jawa Barat.

Asep Rahman mengatakan, awalnya dia hanya tergerak untuk mengatasi limbah sampah warga yang memenuhi sungai Citarum. "Tumpukan sampah yang demikian banyak tentunya menjadi masalah yang serius terhadap kondisi sungai (Citarum) yang kita jaga ini," ujar Asep Rahman.

Dia menambahkan, pihaknya bersama relawan Citarum Sektor 22 mencoba melakukan inovasi untuk mengurangi sampah yang mudah didaur, yaitu yang berasal dari dapur, dengan menggunakan alat dan bahan yang murah.

"Yaitu Loseda atau Lodong Sampah Sesa Dapur. Dalam bahasa Sunda, Lodong itu biasanya tabung terbuat dari bambu. Namun karena jarang, bambu digantikan dengan pipa paralon," terang Asep Rahman. "Nah, kalau sesa, itu artinya sisa atau limbah," imbuhnya sambil tersenyum.

Dengan peralatan sederhana dan biaya yang cukup murah, kini Asep Rahman bersama relawan Citarum Sektor 22 mengembangkan Loseda dengan menggunakan paralon berukuran 3 sampai 6 Inchi dan panjang 120 cm.

"Ini saya dapat dari pengalaman pribadi kolaborasi dengan relawan Citarum Sektor 22 bagaimana mengelola sampah sisa dapur agar tidak mengotori lingkungan bahkan dapat memberikan manfaat bagi kesuburan tanah," tuturnya.
Gagas Loseda, Kolonel Asep Rahman Atasi Sampah dan Produksi Pupuk Organik

Asep Rahman menjelaskan, pada bagian bawah pipa paralon dilubangi dengan jarak 40 cm di samping paralon dengan menggunakan bor, paku, ataupun gergaji sebagai sarana sirkulasi udara dan cairan dari sampah yang terkumpul. "Pipa yang sudah dilubangi, ditanamkan di lubang tanah sedalam 40 cm, sehingga lubang di paralon pun terbenam kokoh," urai Asep Rahman.

"Setelah itu, sisa-sisa sampah dapur dimasukkan ke dalam pipa dan kemudian diberi sedikit air kelapa ataupun sisa-sisa buah yang mengandung kadar glukosa tinggi, kandungan glukosa ini yang akan memfermentasi sampah-sampah organik tersebut," jelasnya.

Dari hasil percobaan yang dilakukannya bersama warga RW 05 Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Asep mengatakan bahwa dalam 40 hari, 3 kg sampah dapur per hari belum bisa memenuhi Loseda.

"Berarti fermentasi berhasil, volume sampah berkurang dan menjadi residu. Nah residu ini nantinya menjadi kompos untuk mempupuk tanah pengganti pupuk kimia. Jadi Loseda tidak saja mengatasi sampah, tapi juga bisa memproduksi pupuk alternatif yang murah dan ramah lingkungan," tuturnya.

Metode yang dilaksanakannya ini bisa dilakukan di setiap rumah tangga, atau jika lahan terbatas maka dalam satu RT memiliki lima sampai tujuh buah Loseda.

"Dengan metode Loseda ini diharapkan kita dapat mengurangi limbah sampah rumah tangga, terlebih lagi sebagai kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun di sungai."
(zik)
Berita Terkait
Sempat Viral, Lautan...
Sempat Viral, Lautan Sampah di Sungai Citarum Kini Tuntas Dibersihkan
Sungai Citarum Kembali...
Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah
Parah! Ini Penampakan...
Parah! Ini Penampakan Sungai Citarum Lama di Oxbow Cicukang Jadi Lautan Sampah
Viral Lautan Sampah...
Viral Lautan Sampah di Sungai Citarum, Sekda Jabar: Pembersihan Butuh Tambahan 1 Bulan hingga Bersih
Lautan Sampah di Sungai...
Lautan Sampah di Sungai Citarum Dibersihkan, Alat Berat dan Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan
Jorok! Lautan Sampah...
Jorok! Lautan Sampah di Sungai Citarum Meluber di Jembatan Merah Jatijajar
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
1 jam yang lalu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
1 jam yang lalu
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
2 jam yang lalu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
2 jam yang lalu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved