Ditahan karena Dugaan Mark Up Tanah Kuburan, Wabup Oku Sebut Politis

Rabu, 15 Januari 2020 - 12:36 WIB
Ditahan karena Dugaan...
Ditahan karena Dugaan Mark Up Tanah Kuburan, Wabup Oku Sebut Politis
A A A
PALEMBANG - Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel Johan Anuar menilai telah menjadi korban politik jelang Pilkada serentak 2020 yang akan diikutinya di Kabupaten OKU.

Diketahui, JA ditahan setelah menjalani pemeriksaan hingga 12 jam dengan status tersangka pada Selasa siang hingga malam (14/1/2020). JA menjalani pemeriksaan setelah upaya praperadilan yang dilakukannya di PN Baturaja, gagal.

Kuasa Hukum JA, Titis Rachmawati mengatakan, klienya menjadi korban politik. Terutama jelang Pilkada serentak yang akan diikuti JA. Dimana pada April mendatang ada pendaftaran calon (Bupati dan Wakil).

"Kasus bergulir pada Oktober 2017 dan hampir 2 tahun lebih penyidikan. Menurut klien kami ada muatan politis di kasus ini, dia merasa sudah jadi target. Kenapa baru sekarang, tapi kami ikut dulu proses hukum. Kami tidak tahu apakah ini ada pesanan-pesanan, tapi klien kami pun menilai ini pembunuhan karakter," katanya. (Baca: Diperiksa 1 Jam, Wabup Oku Ditahan di Polda Sumsel).

Terkait penahanan, Titis mengaku akan mengajukan surat penangguhan penahanan. "Kita sudah minta tidak ditahan karena kondisi kesehatan. Tetapi ya kami siapkan dan akan ikuti prosedurnya minta penangguhan," katanya.

Diketahui, JA ditetapkan sebagai tersangka di kasus dugaan mark-up tanah kuburan di daerah Baturaja tahun 2012 lalu. Dalam kasus itu, hasil audit menilai ada kerugian sekitar Rp 3,49 miliar.

Setelah ditetapkan tersangka, mengajukan praperadilan pada 19 Desember 2019 lalu. Atas gugatan Praperadilan yang diajukan di PN Baturaja, PN memutus dengan menolak gugatan seluruhnya. Setelah Praperadilan ditolak, Johan diperiksa.
(nag)
Berita Terkait
Buronan Kasus Korupsi...
Buronan Kasus Korupsi APBD Morowali Ditangkap di Samarinda
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Berita Terkini
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
51 menit yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
52 menit yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
1 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
1 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
2 jam yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
2 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved