Grab Tindak Tegas Mitra yang Berbuat Kriminal

Jum'at, 13 Desember 2019 - 20:47 WIB
Grab Tindak Tegas Mitra...
Grab Tindak Tegas Mitra yang Berbuat Kriminal
A A A
JAKARTA - Manajemen aplikasi transportasi online Grab langsung bertindak setelah terjadi insiden pelecehan seksual di Kota Malang beberapa hari lalu.

Pengemudi yang bersangkutan sudah dipecat dan Grab siap mendukung proses di kepolisian. (Baca juga: Grab Didesak Lindungi Pelanggan dari Kasus Pelecehan)

“Tidak ada toleransi. Kepada setiap pengemudi yang melakukan tindakan kriminal langsung kami pecat dan serahkan ke polisi. Yang kami lakukan sudah sesuai dengan SOP yang berlaku di perusahaan kami dan kami juga sudah berkonsultasi dengan banyak pihak untuk mengambil tindakan tegas ini,” ujar City Manager Grab Malang Adrian Darmali dalam keterangan tertulisnya Jumat (13/12/2019).

Adrian menyayangkan peristiwa tersebut terutama karena terjadi di luar aplikasi pemesanan Grab. Walau demikian, Grab tetap berkomitmen mendukung korban dan keluarganya. (Baca juga: Di Balik Perang Klaim Pemimpin Pasar antara Gojek dan Grab)

“Kami juga telah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban untuk menawarkan bantuan, termasuk pendampingan psikososial bebas biaya dari lembaga pengada layanan yang direkomendasikan oleh Komisi Nasional Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan),” tambah Adrian.

Grab telah bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan Indonesia sejak November 2018 dan juga secara reguler melakukan pelatihan bagi mitra pengemudi. Terakhir, Grab mengadakan pelatihan edukasi anti-kekerasan bagi mitra pengemudi perempuan untuk layanan GrabFood dan GrabExpress pada bulan Oktober 2019.

Grab serius soal keamanan dan keselamatan pengemudi dan penumpangnya. Sejak akhir 2018, perusahaan ini meluncurkan Roadmap Teknologi Keselamatan yang mencakup upaya preventif sejak rekrutmen, autentikasi dengan foto selfie (selfie authentication) sehingga aplikasi dan kendaraan tidak bisa dipakai oleh orang yang tidak dikenal, “Share My Ride” untuk menginformasikan perjalanan ke keluarga atau orang terdekat pelanggan, tombol darurat (Panic Button), dan perlindungan (masking) nomor telepon pelanggan sehingga tidak bisa disalahgunakan.

Terkait insiden ini, Adrian juga menghimbau agar penumpang hanya naik kendaraan Grab yang dipesan melalui aplikasi sehingga penumpang dapat memanfaatkan fitur keamanan jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

“Di dalam fitur keamanan, ada tombol darurat yang akan segera direspons oleh tim keselamatan Grab,” pungkas Adrian.
(shf)
Berita Terkait
Ribuan Pengemudi Angkutan...
Ribuan Pengemudi Angkutan Online di Malang Raya Mogok Massal, Ini Tuntutannya
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Ojol Kembali Beroperasi,...
Ojol Kembali Beroperasi, Tapi Tidak Bisa Order di Zona Merah
Berita Terkini
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
1 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
1 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
9 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
11 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
12 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved