Kekerasan Wartawan di Tangsel, FBR Minta Maaf dan Deklarasi Damai

Minggu, 08 Desember 2019 - 04:01 WIB
Kekerasan Wartawan di...
Kekerasan Wartawan di Tangsel, FBR Minta Maaf dan Deklarasi Damai
A A A
TANGERANG SELATAN - Ormas FBR akhirnya meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat oleh oknum anggotanya, karena menghalangi kerja wartawan di halaman Puspemkot Tangsel.

Tidak hanya itu, mereka juga bersedia untuk melakukan deklarasi damai bersama-sama dengan wartawan di Polres Tangsel, sebagai kekeliruan dari tindakan mereka, dan berjanji akan lebih menghargai kerja-kerja jurnalistik.

Sekjen FBR Tangsel Satyan mengatakan, apa yang terjadi di Puspemkot Tangsel dan menimpa Eka Huda Rizky dari Kabar6.com ketika itu, hanya kesapamahan di lapangan.

"Pasti ada hikmahnya. Pertama, kita bisa jadi saling mengenal, dan menjalin persaudaraan. Saya berjanji peristiwa ini tidak akan terulang kembali," kata Iyan, saat deklarasi damai di Polres Tangsel, Serpong, Sabtu (7/12/2019).

Iyan menambahkan, pihaknya berharap ke depan bisa menjalin sinergi dengan wartawan di lapangan, dan bersama-sama saling menjaga marwah masing-masing saat di lapangan.

"Saya harap ini akan menjadi pelajaran bagi kita bersama, bahwa kami organisasi FBR ke depan bisa bersinergi menjaga Tangsel tetap kondusif. Kemudian teman-teman pers di lapangan bisa kerja sama FBR," jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Kabar6.com Sukardin menambahkan, pihaknya telah sepakat mengambil langkah damai dalam insiden ini karena adanya kesalahpahaman.

"Apa yang terjadi di lapangan, dipicu keadaan sedang panas. Kami berharap, ke depan kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Damai di sini bukan hanya untuk Eka saja, tapi untuk semua rekan media," sambungnya.

Kardin menjelaskan, kerja wartawan dilindungi UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. Dia berharap, rekan FBR dan ormas lainnya di Tangsel bisa mengambil hikmah peristiwa ini.

"Tugas jurnalis itu dilindungi UU Pers. Saya berharap, rekan-rekan FBR ke depannya akan lebih bersinergi dan lebih kondusif saat di lapangan. Hari ini kita akan mendeklarasikan deklarasi damai bersama," tambah Sukardin.

Dengan adanya deklarasi damai bersama ini, maka kasus intimidasi dan kekerasan terhadap yang menimpa Kabar6.com dinilai ditutup. Hal ini, disambut positif para jurnalis.
(wib)
Berita Terkait
Penganiayaan Wartawan...
Penganiayaan Wartawan di Madina, IWO Sumut: Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers
Liput Aksi Pemalangan...
Liput Aksi Pemalangan Jalan 2 Wartawan iNews TV Papua Dikeroyok Massa
Beritakan Ketua Ormas...
Beritakan Ketua Ormas Tersangka Penambangan Emas Ilegal, Jurnalis di Madina Dikeroyok Preman
Wartawan di Pasuruan...
Wartawan di Pasuruan Dikirimi Paket Misterius Diduga Berisi Racun, 3 Hari Kritis Mengalami Kebutaan
Jurnalisnya Diteror...
Jurnalisnya Diteror Terkait Pemberitaan, Liputan6 Tempuh Jalur Hukum
Polisi Tetapkan 3 Tersangka...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penculikan dan Pengeroyokan Wartawan di Karawang
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
2 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
4 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
5 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
6 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
6 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved