Anggaran Dipotong, Jakpro Tetap Ingin Bangun Hotel di TIM

Jum'at, 29 November 2019 - 08:01 WIB
Anggaran Dipotong, Jakpro...
Anggaran Dipotong, Jakpro Tetap Ingin Bangun Hotel di TIM
A A A
JAKARTA - Anggaran pembangunan wisma berbintang lima dalam proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki(TIM) yang dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dipangkas. Kendati demikian, PT Jakpro belum mau membatalkan proyek tersebut.

DPRD DKI Jakarta memangkas dana Rp400 miliar dari Rp600 miliar di tahun 2020 untuk pembangunan wisma dalam proyek revitalisasi TIM. Pemangkasan itu dilakukan saat Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DKI pada Rabu 27 November 2019.

Sekretaris Perusahaan PT Jakpro, Hani Sumarno mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Jakpro masih menunggu keputusan dari Pemprov DKI Jakarta selaku pemegang saham untuk membuat memutuskan rencana pembangunan wisma wisma berbintang dalam proyek revitalisasi TIM.

"Kami akan laporkan dulu kepada pemegang saham. Jadi belum ada hasil akhir, baru kemarin dipotong, sehingga akan kami bawa ke manajemen untuk kemudian dilakukan perubahan," kata Hani saat dihubungi pada Kamis 28 November 2019.

Hani menjelaskan, PT Jakpro telah menerima aspirasi yang disampaikan DPRD DKI saat rapimgab lalu. Menurutnya, sebagai perusahaan yang mendapat tugas, semua langkah yang diambil harus mendapat persetujuan dari lembaga di atasnya.

Pembangunan wisma TIM,kata Hani, merupakan bagian kecil dari gedung yang di dalamnya terdapat plaza sebagai sarana seniman berdiskusi dan latihan. Di sana juga terdapat perpustakaan dan galeri seni.

"Ditahap pertama memang ada wisma, setelah grounbreaking sudah ada kontraktornya. Kami sudah kontrak yang jelas semua selesai pada Oktober 2021," imbuhnya.

PT Jakpro, lanjut Hani juga berencana akan berkoordinasi dengan BUMN Wika Gedung sebagai pelaksana proyek. Koordinasi itu dilakukan menyusul adanya pemangkasan anggaran revitalisasi dari Rp 600 miliar menjadi Rp 200 miliar pada 2020.

"Kami harus duduk bersama dulu, kemudian nanti ada hal apa yang perlu diputuskan dari diskusi bersama sehingga dilaporkan kepada pemegang saham," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik meminta, PT Jakpro segera menghentikan pembangunan hotel di TIM. Menurutnya, revitalisasi itu adalah memperbaharui bangunan yang sudah ada, bukan malah menambahkan menjadi tempat komersil.

"Yang punya niat bangun hotel udah deh tolong diurungkan. Itu TIM buat seniman bukan tempat perhotelan," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Masih Berlangsung, Ini...
Masih Berlangsung, Ini Jadwal Rangkaian Kegiatan Pekan Kesenian Bali 2024
Bersaing dengan Kesenian...
Bersaing dengan Kesenian Modern, Ini Upaya Seniman Batang Lestarikan Tari Lengger
18 Koreografer Muda...
18 Koreografer Muda dari Berbagai Daerah Unjuk Karya Inspiratif di Bali
Belajar dengan Gembira...
Belajar dengan Gembira di Sanggar Bocah Jawa
Pra Event Indonesia...
Pra Event Indonesia Bertutur 2022 Berakhir di Rotterdam
Bersama L- Project dan...
Bersama L- Project dan Art Koridor, UST Gelar International Art Exhibition di Yogya Gallery
Berita Terkini
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
5 menit yang lalu
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
1 jam yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
2 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Gedung...
Arab Saudi Bangun Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved