Soal Khilafah, Wapres: NKRI Sudah Kesepakatan, Tidak Bisa Diganti

Senin, 25 November 2019 - 00:34 WIB
Soal Khilafah, Wapres:...
Soal Khilafah, Wapres: NKRI Sudah Kesepakatan, Tidak Bisa Diganti
A A A
YOGYAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma"ruf Amin mengajak umat muslim untuk meneladani Rasulullah SAW. Hal ini merupakan momentum perubahan dari jahiliyah menjadi masyarakat yang memiliki aturan dan bisa membedakan yang baik dan yang buruk.

Begitu juga dengan perubahan bernegara yang dilakukan dengan kesepakatan. Seperti halnya Indonesia menjadi NKRI dengan Pancasila yang merupakan hasil kesepakatan.

"NKRI kesepakatan jadi jangan dirubah hasil kesepakatan itu," terangnya dihadapan jamaah di Ndalem Habib Hilal Alhaidid di Minggiran, Mantrojeron, Yogyakarta Minggu (24/11/2019).

Untuk itu perubahan bisa dilakukan. Asalkan itu belum disepakati. Begitu juga dengan NKRI dan Pancasila yang sudah merupakan hasil kesepakatan.

"Kita akui khilafah itu Islami, begitu juga ada kerajaan yang Islami, Republik juga Islami. khilafah bukan ditolak di Indonesia namun tertolak, karena menyalahi kesepakatan," katanya.

Ma'ruf Amin melanjutkan, membicarakan khilafah tidak perlu dengan gaya yang keras. Namun tetap proporsional. "Karena tidak mungkin diterima. Kita juga tidak menerima menjadi negara kerajaan Islami karena kesepakatan kita NKRI. Begitu juga khilafah dibawa ke Saudi Arabia akan ditolak," beber mantan Ketua MUI ini.

Dia menegaskan, untuk itu hal yang sudah menjadi kesepakatan tidak boleh diperdebatkan lagi. ”Kalau belum ada kesepakatan silakan. Dilakukan diskusi diperdebatkan untuk perubahan perubahan menuju yang lebih baik," kata dia.

Di era revolusi industri 4.0 saat ini perubahan dituntut cepat. Tidak bisa lagi pola pelan-pelan asal berjalan. "Paradigma lama alon-alon asal kelakon itu sudah ditinggalkan. Kita butuh akselerasi untuk menjadikan Indonesia maju," ucapnya.
(cip)
Berita Terkait
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, PKB Optimistis Indonesia Mampu Lewati Covid-19
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Sekjen Pemuda Pancasila:...
Sekjen Pemuda Pancasila: Reshuffle Kabinet Jangan Didasari Politik Balas Budi
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Siapa Yang Membutuhkan...
Siapa Yang Membutuhkan RUU HIP?
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved