5 Fakta Terkait Laporan Keluarga Terpidana Kasus Vina, Pak RT Diduga Beri Laporan Palsu

Rabu, 26 Juni 2024 - 16:41 WIB
loading...
5 Fakta Terkait Laporan...
Keluarga terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon telah mengambil langkah drastis dengan melaporkan Ketua RT atau Pak RT, Abdul Pasren kepada pihak Kepolisian. Foto/Riana Rizkia
A A A
CIREBON - PERKEMBANGAN terbaru kasus pembunuhan Vina Cirebon terus bergulir. Keluarga terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon telah mengambil langkah drastis dengan melaporkan Ketua RT atau Pak RT, Abdul Pasren kepada pihak Kepolisian.

Langkah ini diambil atas tuduhan fitnah dan penyebaran informasi palsu yang dianggap sangat merugikan.

Berikut adalah 5 fakta penting mengenai laporan ini:

1. Langkah Hukum Keluarga Terpidana


Keluarga terpidana kasus Vina memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan Abdul Pasren.

Baca juga: Ketua RT yang Diduga Beri Keterangan Palsu dalam BAP Kasus Vina Cirebon Dilaporkan Mabes Polri

Mereka menuduh Abdul Pasren telah menyebarkan informasi palsu yang merusak reputasi dan nama baik terpidana.

2. Tuduhan Penyebaran Informasi Palsu


Abdul Pasren dituduh menyebarkan informasi yang tidak benar melalui media sosial dan berbagai saluran komunikasi lainnya. Keluarga terpidana merasa bahwa tindakan ini telah menimbulkan dampak negatif yang signifikan, termasuk tekanan psikologis terhadap keluarga.

3. Detail Tuduhan Terhadap Abdul Pasren


Keluarga menuduh bahwa informasi palsu yang disebarkan oleh Abdul Pasren tidak hanya mencemarkan nama baik terpidana, tetapi juga mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap kasus ini.

Baca juga: Mantan Ketua RT Saksi Kasus Vina Cirebon Menghilang, Warga dan Keluarga Terpidana Demonstrasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Rekomendasi
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved