Pengamat Anggap Dinas Kehutanan Tak Serius Rawat Pohon

Jum'at, 15 November 2019 - 16:35 WIB
Pengamat Anggap Dinas...
Pengamat Anggap Dinas Kehutanan Tak Serius Rawat Pohon
A A A
JAKARTA - Dinas Kehutanan DKI Jakarta dianggap tidak serius dalam merawat pohon-pohon yang ada di Ibu Kota. Alasannya, penebangan delapan pohon yang ada di trotoar Cikini karena dianggap sudah berkondisi keropos.

"Dinas Kehutanan jelas tidak serius merawat pohon. Kalau pohon itu keropos harusnya diselamatkan," ujar Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Yoga kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, aksi penebangan pohon dalam proyek revitalisasi trotoar sudah sepatutnya dihentikan. Sebaliknya Dinas Kehutanan DKI Jakarta harus melakukan audit dan meregistrasi pohon yang ada selama ini.

"Pohon layak diperlakukan seperti warga yang memiliki identitas dan teregistrasi. Sehingga keberadaan dan kondisi pohon dapat mudah dilacak dan diketahui statusnya," katanya.

Nirwono menyayangkan, dengan alokasi anggaran yang besar, Dinas Kehutanan DKI seharusnya bisa memetakan lokasi dan kondisi pohon menggunakan tekhnologi Global Positioning System (GPS). Sehingga data terkini mengenai pohon yang sehat, sakit dan akan tumbang dapat diketahui secara rinci dan akurat.

"Jika ada pohon yang sakit dirawat, pohon berlubang ditambal, pohon keropos atau akan tumbang ditebang dan segera diganti pohon baru," tegasnya.

Ia juga menganggap Dinas Kehutanan DKI Jakarta sembrono karena telah melakukan penebangan pohon tanpa membuat kajian yang matang. Terlebih, pohon yang ditebang berfungsi untuk menyerap polutan dan sebagai paru-paru kota.

"Kalau alasannya keropos dan takut tumbang dasarnya apa? Harus disertai dengan kajian yang tepat," ucapnya.

Nirwono menyebut kebijakan penebangan pohon yang terdampak pelebaran trotoar dan saluran air tidak tepat. Sebab, desain trotoar dan saluran seharusnya mengikuti keberadaan pohon yang sudah ada.

"Ini jelas salah. Pohon eksisting harusnya dipelihara, bukan malah ditebang. Apalagi pemeliharaan pohon sudah dianggarkan dalam APBD," cetusnya

Di samping itu, sambung Nirwono, pohon-pohon besar seperti beringin dan angsana memiliki usia puluhan hingga ratusan tahun. Bila ditebang, proses penanaman pohon pelindung tersebut akan memakan waktu lama.

"Kalau semakin banyak pohon besar itu makin bagus untuk menahan angin, menyerap air dan berfungsi menjaga habibat satwa liar serta penanda sebuah kawasan," katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati enggan menjawab saat diihubungi via telepon.
(mhd)
Berita Terkait
Pohon Besar Tumbang...
Pohon Besar Tumbang Timpa Truk, Jalan Surabaya arah Kediri dan Nganjuk Dialihkan
Angin Kencang, Pohon...
Angin Kencang, Pohon Tumbang Tutup Badan Jalan di Kota Watampone
Lakukan Protes, Warga...
Lakukan Protes, Warga Sidrap Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak
Pohon Besar Tumbang...
Pohon Besar Tumbang di Jalan Latuharhari Manteng, 5 Alat Berat Dikerahkan
Pohon Kedongdong Tumbang...
Pohon Kedongdong Tumbang di Cakung, Tutup Badan Jalan dan Timpa Kabel Listrik
Bahayakan Pengguna Jalan,...
Bahayakan Pengguna Jalan, 8 Pohon Palem Raja di Pondok Indah Ditebang
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
11 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved