Tokoh Adat Minta KPK Datang ke Papua Audit Otsus

Senin, 11 November 2019 - 08:55 WIB
Tokoh Adat Minta KPK...
Tokoh Adat Minta KPK Datang ke Papua Audit Otsus
A A A
JAYAPURA - Tokoh adat Papua Ondofolo Yanto Eluay meminta dana Otonomi Khusus Papua yang berlaku sejak 2002 diaudit secara terbuka. Permintaan ini menyusul penggunaan dana Otsus tidak menyentuh kesejahteraan masyarakat akar rumput Papua dan seolah hanya dinikmati kalangan elite.

"Kami sebagai lembaga adat meminta dana Otsus itu diaudit, dievaluasi. Indikator keberhasilan Otsus belum ada, kesejahtraan rakyat Papua masih minim sekali,"kata Ondofolo Yanto, ditemui di Pendopo adat Sereh Sentani Kabupaten Jayapura, Senin (11/11/2019).

Dia mempertanyakan elite politik Papua yang malah seolah bungkam. Padahal, sebagai elite dan representatif masyarakat seharusnya mengawal dana untuk rakyat. "Kami masyarakat adat meminta elite politik Papua untuk mendukung dilakukannya evaluasi dan audit. Dan kalau ada elite politik Papua yang menyelewengkan dana Otsus harus ditindak tegas, diproses hukum," tegas Ondofolo.

Diapun meminta penegak hukum berani bertindak di tanah Papua, termasuk KPK, untuk datang ke Papua mengaudit dugaan penyelewenggan dana Otsus. Adat bahkan siap mendukung KPK jika ke Papua untuk mengaudit Otsus.

"Kami siap backup. Otsus harus diaudit dan pelaku penyelewengan dana harus ditangap. KPK jangan takut ke Papua, kami dari adat siap kawal,” tegasnya.

Menurut dia, dana Otsus bisa baik dan tepat sasaran jika dialokasikan langsung kepada tujuh wilayah adat di Papua. Kemudian adat bertanggung jawab langsung penggunaan dana itu. “Jadi masing-masing daerah dapat pos anggaran Otsus, dan adat bertugas mengawasi itu,” katanya.

Otsus Papua yang diberikan Pemerintah pusat sejak 2001, rencananya berakhir pada 2021. Namun, berbagai pihak berharap program Otsus Papua berlanjut dengan penertiban penggunaan yang tepat sasaran.
(wib)
Berita Terkait
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Bentrok di Sentani Masih...
Bentrok di Sentani Masih Berlanjut, Dua Kubu Lengkapi Sajam
Penyelesaian Papua Harus...
Penyelesaian Papua Harus dengan Pendekatan Persuasif Bukan Kekuasaan
Kronologi Aksi Saling...
Kronologi Aksi Saling Serang Antar Suku di Kabupaten Jayawijaya Papua
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
19 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
25 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
31 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
41 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
51 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved