KBB Diguyur DAK Rp61 Miliar, Sekolah Rusak Banyak Belum Tertangani

Jum'at, 08 November 2019 - 22:54 WIB
KBB Diguyur DAK Rp61...
KBB Diguyur DAK Rp61 Miliar, Sekolah Rusak Banyak Belum Tertangani
A A A
BANDUNG BARAT - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) diguyur Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2019 Rp61 Miliar untuk SD dan SMP. Kuota anggaran tersebut terbagi untuk SD sekitar Rp35,7 miliar, SMP Rp25,8 miliar, termasuk untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), laboratorium, dan rehab ruang kelas.

Kepala Bidang SMP Disdik KBB, Dadang A Sapardan menuturkan, dari total 184 SMP negeri dan swasta termasuk SMP terbuka tidak semuanya mendapatkan bantuan fisik pendidikan dari DAK. Meskipun pihaknya mengusulkan semua kebutuhan perbaikan kelas rusak atau pembangunan baru, namun pemerintah pusat tidak mengabulkan semua usulan.

"Kalau mengusulkan, ya kita mengusulkan sesuai kebutuhan dan fakta kerusakan kelas di lapangan. Tapi kan acuannya kepada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jadi pada 2019 ini untuk SMP kami hanya dapat 64 paket bantuan SMP dari DAK," kata Dadang saat ditemui di kantornya, Jumat (8/11/2019).

Menurut dia dari 64 paket bantuan DAK itu ada yang satu sekolah mendapat RKB dan rehab, ataupun hanya laboratorium saja. Semuanya bergantung pada Dapodik dan hasil verfak (verifikasi faktual) yang dilakukan oleh pusat.

Pencairan anggaran langsung diberikan ke rekening sekolah setelah proses MoU dan administrasi selesai. Pada akhir Oktober lalu proses pencairan anggaran sudah dilakukan, sehingga saat ini pelaksanaan fisik sedang dilakukan.

"Sekarang ini pengerjaan fisik sedang berlangsung di sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan DAK. Polanya adalah swakelola dan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2S)," sambungnya.

Sementara Kepala Bidang SD Disdik KBB Asep Nirwan menyebutkan, untuk bantuan DAK dari pusat tahun ini ke KBB mengalami penurunan. Kondisi itu jelas berimbas kepada program perbaikan infrastruktur sekolah baik rehan atau bangun baru.

Contohnya untuk di SD, tahun ini yang mendapatkan bantuan DAK hanya sebanyak 110 paket sekolah. Padahal dari total 709 SD negeri dan swasta, sekitar 50%-nya dalam kondisi rusak.

"Untuk intervensi bantuan DAK bagi SD hanya 110 paket, tapi kami berupaya menutupi sekolah yang tidak tercover bantuan seperti dari APBD kabupaten, provinsi, maupun CSR perusahaan," sebutnya.
(wib)
Berita Terkait
Miris! 900 Sekolah Rusak...
Miris! 900 Sekolah Rusak Berat, Pemkab Karawang Mengaku Tak Punya Anggaran Perbaikan
Miris! Gedung SDN 01...
Miris! Gedung SDN 01 Sukadanau Bekasi Ambruk, 2 Kelas Rusak Berat
Bangunan SDN Sukadanau...
Bangunan SDN Sukadanau 01 Cikarang Barat Ambruk
Bangunan Sekolah SMP...
Bangunan Sekolah SMP Negeri 2 Palu Ambruk Akibat Banjir
Sedihnya Siswa SD Sekolah...
Sedihnya Siswa SD Sekolah di Bangunan Mirip Kandang Kambing
Ruang Kelas Hampir Ambruk,...
Ruang Kelas Hampir Ambruk, Siswa SDN Salenggang Terpaksa Belajar di Tenda Darurat
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
3 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
4 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
4 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
4 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
4 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved