Hakim Disabet Gesper, Hamdan Zoelva Minta Kesaksian Terdakwa Dipertimbangkan

Rabu, 06 November 2019 - 00:04 WIB
Hakim Disabet Gesper,...
Hakim Disabet Gesper, Hamdan Zoelva Minta Kesaksian Terdakwa Dipertimbangkan
A A A
JAKARTA - Hamdan Zoelva, kuasa hukum Desrizal, terdakwa pemukul hakim dengan gesper di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat meminta majelis hakim perlu menggali latar belakang kasus dilakukan kliennya. Zoelva berpendapat tindak kekerasan yang dilakukan kliennya memiliki alasan kuat meski menyalahi aturan persidangan.

"Patut diduga (hakim) telah melakukan praktik hukum yang tidak sebagaimana mestinya dan mencederai rasa keadilan sehingga terdakwa (Desrizal) marah," ujar Zoelva dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/11/2019).

"Tapi terdakwa sudah mengaku bersalah dan siap menerima hukuman," lanjut Zoelva. (Baca: Lapor Polisi, Ini Pengakuan Hakim PN Jakpus Usai Disabet Gesper)

Zoelva mengungkapkan, praktik hukum yang dinilai mencederai rasa keadilan kliennya adalah saat majelis hakim tidak memasukan bukti-bukti otentik dalam pertimbangan hukumnya. Padahal bukti yang diajukan berupa dua putusan hukum yang sudah inkracht oleh PN Jakarta Pusat.

Misal putusan pertama adalah saat PN Jakarta Pusat menghukum PT Geria Wijaya Prestige (GWP) karena wanprestasi, dan diharuskan membayar ganti rugi materiil kepada dua perusahaan, yaitu Bank Agris dan Gaston Invesments Limited, masing-masing sebesar lebih dari 20 juta dolar Amerika.

Kemudian putusan kedua, adalah saat PN Jakarta Pusat menghukum perusahaan milik Harijanto Karjadi dan Hartono Karjadi itu merupakan produk PN Jakarta Pusat sendiri, dan telah berkekuatan hukum tetap. Maka dari itu, Zoelva berkeyakinan tindakan terdakwa tidak bermaksud menyerang lembaga peradilan tapi lebih kepada oknum hakim.

Meski demikian, Zoelva menegaskan kliennya telah menyerahkan diri dan siap menerima sanksi pengadilan."Tentunya dengan mempertimbangkan pula sikap para oknum hakim tersebut yang tidak menjalankan proses hukum (due process of law) sebagaimana mestinya" tuturnya.

Diketahui, lanjutan sidang dari kasus ini adalah pemeriksaan saksi. Tiga saksi diperiksa adalah Muhammad Junaedi, Duta Baskara, dan Sunarso. Mereka adalah hakim di PN Jakarta Pusat yang turut terlibat dalam insiden pemukulan gesper Desrizal saat menjadi pengacara Tomy Winata, dalam putusan kasus perdata no 223/ 2018, Juli 2019.

"Saya sedang membacakan pertimbangan hukum, tiba-tiba terdakwa sudah ada di depan saya, dan memukul saya dengan ikat pinggang," kata Sunarso yang menjadi korban gesper Desrizal.
(whb)
Berita Terkait
Beraninya Aniaya Pasutri...
Beraninya Aniaya Pasutri Lansia, 2 Pemuda Ini Nangis Ditangkap Tim Paniki Rimbas Satu
Tak Terima Ditegur Kecilkan...
Tak Terima Ditegur Kecilkan Volume Ponsel, Pria China Hajar Penumpang Subway
Tersangka KDRT Belum...
Tersangka KDRT Belum Ditahan, Korban Berharap Mendapat Keadilan
Temui Direktur Keuangan,...
Temui Direktur Keuangan, Wanita Ini Diduga Dipukuli di Apartemen Jakarta Barat
Polisi Tangkap Pelaku...
Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Ade Armando
Balas Dendam, 2 Pemuda...
Balas Dendam, 2 Pemuda di Magelang Hajar 2 Orang sampai Kepala Bocor
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
6 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved