Kerap Palak Pedagang Pasar, Belasan Preman Kampung Diringkus
Jum'at, 01 November 2019 - 13:13 WIB
Kerap Palak Pedagang Pasar, Belasan Preman Kampung Diringkus
A
A
A
JAKARTA - Polisi kembali meringkus komplotan preman di kawasan Jakarta Barat. Kali ini ada 11 preman yang diringkus karena menduduki atau menguasai sebuah lahan pasar darurat di kawasan Kapuk, Jakarta Barat.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, sebelas preman itu setiap harinya meminta uang pada pedagang dengan dalih uang keamanan. Ditangkapnya para pelaku ini berdasar info awal dari pedagang dan warga yang resah akan keberadaan mereka.
"Pedagang merasa tak pernah bisa untung dan was-was karena harus kerap dipalak, uang yang diminta bervariasi, kadang mencapai ratusan ribu," ujarnya pada wartawan, Jumat (1/11/2019).
Menurutnya, para preman itu akan mengamuk jika tidak dipenuhi permintaannya. Mereka akan mengacak-acak jualan pedagang sehingga barang jualan rusak dan tidak mungkin lagi dijual. Kesebelas preman tersebut hingga kini masih diperiksa secara intensif.
Polisi, tambanhnya, belum bisa membeberkan identitas mereka. Pasalnya, hingga kini polisi masih melakukan pengembangan guna mencari kemungkinan preman lain.
"Saat ini ke-11 pelaku sedang menjalani proses penyidikan untuk mendalami akan kasus tersebut," katanya.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, sebelas preman itu setiap harinya meminta uang pada pedagang dengan dalih uang keamanan. Ditangkapnya para pelaku ini berdasar info awal dari pedagang dan warga yang resah akan keberadaan mereka.
"Pedagang merasa tak pernah bisa untung dan was-was karena harus kerap dipalak, uang yang diminta bervariasi, kadang mencapai ratusan ribu," ujarnya pada wartawan, Jumat (1/11/2019).
Menurutnya, para preman itu akan mengamuk jika tidak dipenuhi permintaannya. Mereka akan mengacak-acak jualan pedagang sehingga barang jualan rusak dan tidak mungkin lagi dijual. Kesebelas preman tersebut hingga kini masih diperiksa secara intensif.
Polisi, tambanhnya, belum bisa membeberkan identitas mereka. Pasalnya, hingga kini polisi masih melakukan pengembangan guna mencari kemungkinan preman lain.
"Saat ini ke-11 pelaku sedang menjalani proses penyidikan untuk mendalami akan kasus tersebut," katanya.
(ysw)