Sistem E-Budgeting Rumit, Bikin SKPD DKI Asal Masukkan Anggaran

Rabu, 30 Oktober 2019 - 21:27 WIB
Sistem E-Budgeting Rumit,...
Sistem E-Budgeting Rumit, Bikin SKPD DKI Asal Masukkan Anggaran
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai apa yang tengah terjadi dalam perumusan anggaran yang termaktub pada draf Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) 2020, sebagai hal yang memerlukan kajian mendalam. Pasalnya, sistem digital (e-Budgeting) yang dijadikan sebagai alat bantu dalam merumuskan anggaran secara langsung meminta komponen-komponen sebagai acuan dalam perumusan anggaran tersebut.

Anies mengatakan, semestinya Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) atau sebelum menuju pada draf KUA-PPAS hanya dibutuhkan nama kegiatan dan dana yang dibutuhkan, tidak lebih pada pengisian komponen kebutuhan. (Baca juga: Banyak Anggaran Tak Wajar di SKPD, Anies Sebut Biangnya Sistem Warisan Ahok)

"Kegiatan sudah ditentukan, misalnya pameran atau pentas musik, itu ada rekening dan komponen. Misalnya nilainya Rp100 juta, Rp100 juta harus ada turunan komponen. Di kita diturunkan detail hanya pada level rencana. Padahal yang dibutuhkan kegiatannya dulu, karena akan dibahas dengan Dewan," ujar Anies di Balai Kota, Rabu (30/10/2019).

Lantaran sistem yang meminta seperti itu, menjadikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mau tidak mau harus mengisi kolom komponen terlebih dahulu, sehingga saat mengisi kolom tersebut terkesan tidak wajar karena tahapan komponen pun sejatinya belum dibahas. (Baca juga: Anggarkan Lem Aibon Rp82,8 M, Disdik DKI: Kita Akan Cek Dulu )

"Sehingga setiap tahun staf banyak yang memasukkan yang penting masuk angka Rp100 juta dulu. Karena dalam pembahasan baru nanti rekening dan komponen sama. Terlalu detail di level itu ada beberapa yang mengerjakan dengan teledor, (beranggapan) toh diverifikasi dan dibahas. Cara-cara seperti inilah yang berlangsung setiap tahun," tukas Anies.
(thm)
Berita Terkait
Protes Pengesahan P2APBD,...
Protes Pengesahan P2APBD, F-PAN DPRD DKI: Harus Transparansi
Anies Lantik 12 Pejabat...
Anies Lantik 12 Pejabat Tinggi di Pemprov DKI
Walk Out saat Paripurna,...
Walk Out saat Paripurna, DPRD DKI Minta Anies Kembalikan Pokir
Perda P2APBD DKI Jakarta...
Perda P2APBD DKI Jakarta 2019 Disahkan, Anies Berpantun
Anies Baswedan Dapat...
Anies Baswedan Dapat Penghargaan Lagi, Pemprov DKI Raih Top Digital Awards 2020
7 Aksi Anies Baswedan...
7 Aksi Anies Baswedan di Forum Internasional Tahun 2021
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
4 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved