Guru Agama Se-Kota Depok Dibekali Materi Menangkal Radikalisme

Senin, 28 Oktober 2019 - 18:55 WIB
Guru Agama Se-Kota Depok...
Guru Agama Se-Kota Depok Dibekali Materi Menangkal Radikalisme
A A A
DEPOK - Sejumlah guru pendidikan agama se-Kota Depok mengikuti materi seminar tentang upaya menangkal radikalisme di Kantor Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok, Senin (28/10/2019). Kegiatan digelar sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI).

Hadir sebagai pembicara yakni , Sekretaris Umum MUI Kota Depok Nurwahidin, Dosen UI Ervi Siti Zahroh Zidni dan Sayyid Muhammad Yusuf. Dalam seminar itu terungkap, salah satu penyebab terjadinya paham radikalisme yang menjurus kepada terorisme dikarenakan pemahaman kepada Islam yang sangat fundamental serta bisa dikatakan minimnya pengetahuan agama.

Memahami agama secara tekstual salah satunya akan berakibat pada fundamentalis agama serta puritanisme agama, memahami teks-teks Alquran atau Hadist secara letterlek akan mengakibatkan kesalahan dalam pemahaman terhadap agama.

"Karena itu guru agama dituntut untuk menguasai teks-teks keagamaan baik secara tekstual dan kontekstual, diiringi dengan pemahaman tafsir serta asbabun nuzul untuk memahami Alquran. Kemudian memahami tafsir, ulumul hadits dan asbabul wurudh untuk memahami Hadits. Hal ini sangat penting bagi guru agama untuk dikuasai, karena guru sebagai mentor deredikalisasi pada dunia pendidikan," ujar Nurwahidin.

Sementara itu, Ervi Siti Zahroh Zidni berharap dari kegiatan ini para guru agama mendapatkan input yang baik serta memahami dengan baik Islam Washatiyah atau Islam moderat sehingga gerakan takfiri mampu dibendung oleh guru agama untuk diteruskan kepada siswa-siswanya.

"Sikap intoleran, eksklusif, kaku, dan gampang menyatakan permusuhan dan melakukan konflik, melakukan kekerasan terhadap sesama muslim yang tidak sepaham dengan kelompoknya, adalah beberapa ciri dari Islam radikal," sebutnya.

Dengan memberikan input Islam washatiyah atau Islam moderat, diharapkan sikap-sikap buruk tadi mampu diakomodir oleh guru agama, mengingat sikap tadi adalah sikap yang bertentangan dengan wujud ideal dalam mengimplementasikan ajaran Islam di Indonesia bahkan dunia.

Praktik amaliyah keagamaan Islam Wasathiyah sendiri meliputi, pertama, Tawassuth (mengambil jalan tengah) yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak ifrath (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafrith (mengurangi ajaran agama).

Kedua, Tawazun (berkeseimbangan) yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara inhiraf (penyimpangan) dan ikhtilaf (perbedaan).

Ketiga, I’tidal (lurus dan tegas), yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. Keempat, Tasamuh (toleransi) yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Kelima, Musawah (egaliter) yaitu tidak bersikap diskriminatif pada yang lain disebabkan perbedaan keyakinan atau agama, tradisi dan asal usul seseorang. Keenam, Syura (musyawarah) yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya.

Ketujuh, Ishlah (reformasi) yaitu mengutamakan prinsip reformatif untuk mencapai keadaan lebih baik yang mengakomodasi perubahan dan kemajuan zaman dengan berpijak pada kemaslahatan umum (mashlahah ‘amah) dengan tetap berpegang pada prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah (merawat tradisi merespon moderenisasi).

Kedelapan, Aulawiyah (mendahulukan yang prioritas) yaitu kemampuan mengidentifikasi hal-ihwal yang lebih penting harus diutamakan untuk diimplementasikan dibandingkan dengan yang kepentingannya lebih rendah. Kesembilan, Tathawwur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif) yaitu selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zaman serta menciptakan hal baru untuk kemaslahamatan dan kemajuan umat manusia.

Kesepuluh, Tahadhdhur (berkeadaban) yaitu menjunjung tinggi akhlakul karimah, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban. Praktik amaliyah keagamaan Islam Wasathiyah perlu disampaikan dalam kegiatan Pengmas UI ini karena merupakan implementasi Islam Rahmatan Lil Alamin.

Selain input soal islam moderat, diharapkan para guru agama mampu memahami islam yang humanis, yang sangat toleran, selain itu kunci kerukunan bangsa atau sebuah negara sudah dikonsep apik dalam Islam. Salah satu konsep itu adalah humanisme dalam Islam yang sudah dikembangkan berbagai para filsuf, ulama, kiai, dan akademisi Islam.
(thm)
Berita Terkait
Toko Buku di Villa Pertiwi...
Toko Buku di Villa Pertiwi Cilodong Rusak Berat Akibat Hujan Disertai Angin Kencang
Minat Baca Anak-anak...
Minat Baca Anak-anak Kota Depok Masih Rendah, Perlu Buku Bacaan yang Menarik
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Fakta Unik Kota Depok...
Fakta Unik Kota Depok yang Bikin Geleng-Geleng, Nomor 5 Pernah Jadi Negara
Periksa Oknum Kurikulum...
Periksa Oknum Kurikulum hingga Guru, Kejari Depok Temukan 50 Rapor Diduga Palsu
Kali Licin Meluap, Jalan...
Kali Licin Meluap, Jalan Sawangan-Mampang Depok Terendam Banjir
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
34 menit yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
42 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
57 menit yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
1 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved