BI Distribusikan Rp5,6 Miliar ke Daerah 3T dengan KRI Barakuda

Jum'at, 18 Oktober 2019 - 00:00 WIB
BI Distribusikan Rp5,6...
BI Distribusikan Rp5,6 Miliar ke Daerah 3T dengan KRI Barakuda
A A A
PALEMBANG - Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut melaksanakan Kas Keliling ke daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di wilayah Sumatera. Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan, Kas Keliling ke daerah 3T sebagai upaya menegakan kadaulatan uang rupiah.

"Kami membawa modal kerja sebanyak Rp5,6 miliar untuk didistribusikan dan ditukar dengan uang-uang lusuh. Dari modal tersebut, 60% kami bisa menarik uang tidak laik edar dari daerah 3T tersebut," kata Yunita saat diwawancarai SINDOnews di Dermaga Petikemas Bom Baru seusai menyambut KRI Barakuda 633 yang membawa tim Kas Keliling BI, Kamis (17/10/2019).

Tak hanya menyalurkan uang dan menarik uang yang tidak laik edar, dalam kesempatan ini BI juga melaksanakan program sosial dari Bank Indonesia kepada sekolah-sekolah terpencil di daerah tersebut dalam bentuk buku, peralatan sekolah dan komputer. Ini sebagai upaya mengedukasi dan meningkatkan intelektual masyarakat di daerah 3T tersebut.

"Ini merupakan kerja sama dari KPw BI Sumsel, Riau, Sumatera Barat dan dari kantor pusat. Dalam kunjungan ke daerah 3T tersebut kami juga melakukan sosialisaasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat dan juga kepada siswa sekolah," jelasnya.

Sementara itu, Komandan KRI Barakuda 633, Mayor Laut (P) Moechammad Soeryo mengungkapkan, terdapat tujuh lokasi 3T yang disinggahi pihaknya selama melaksanakan Kas Keliling tersebut. Dimulai dari Dumai, Pulau Rangsang, Pulau Bengkalis serta Pulau Rupat.

Soeryo menjelaskan, ketiga pulau tersebut memang berada di daerah terluar dan berhadapan langsung dengan negara Malaysia. Untuk mencapai tujuh daerah 3T tersebut, pihaknya bersama tim dari Bank Indonesia memerlukan waktu selama tujuh hari, yakni sejak tanggal 9-17 Oktober 2019.

"Selepas itu kita bergerak berlayar menuju Pulau Kijang yang sangat terpencil, kemudian dilanjutkan ke Toboali yang berada di selatan Pulau Bangka, lalu ke Pulau Lepar dan terakhir di kawasan Sungsang," ungkapnya.
(wib)
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Daftar 31 Pati TNI AL...
Daftar 31 Pati TNI AL Naik Pangkat, Salah Satunya Laksma Khoirul Fu’ad yang Jabat Wadanpuspomal
Armada Kapal Tempur...
Armada Kapal Tempur KRI Golok 688 Resmi Perkuat TNI AL
Dua Petinggi TNI AL...
Dua Petinggi TNI AL Lakukan Fleet Commander Inspection di Koarmada Surabaya
TNI AL Gelar CARAT 2021...
TNI AL Gelar CARAT 2021 di Laut Jawa
HUT ke-59, Kolinlamil...
HUT ke-59, Kolinlamil Bertekad Tingkatkan Pengabdian pada Bangsa-Negara
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved