Dampak Asap Karhutla, Ratusan Penumpang Pesawat Menginap di Bandara
Rabu, 18 September 2019 - 23:33 WIB
Dampak Asap Karhutla, Ratusan Penumpang Pesawat Menginap di Bandara
A
A
A
SEMARANG - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatera mengganggu puluhan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. Selain mengalami keterlambatan, sejumlah penerbangan tujuan Kalimantan dan Sumatera terpaksa dibatalkan.
Akibat adanya keterlambatan dan pembatalan penerbangan itu, ratusan penumpang terpaksa menginap di bandara sembari menunggu diberangkatkan.
Pantauan di lapangan, Exhibition Ball Bandara Ahmad Yani hingga hari ini masih tetap dipenuhi calon penumpang. Sebagian besar calon penumpang merupakan tujuan sejumlah daerah di Kalimantan, seperti Pontianak dan Pangkalan Bun. Mereka tetap menunggu meski ada informasi keterlambatan dan pembatalan penerbangan.
Departement Head Airport Operation Service Bandara Ahmad Yani Agus Sina mengatakan, keterlambatan dan pembatalan terbang dilakukan oleh pihak maskapai. Meski begitu, pihaknya mengizinkan para calon penumpang yang ingin menunggu atau menginap di bandara.
“Kami dari pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang memperhatikan mencoba sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan kepada para penumpang yang memang pada saat itu mereka tidak mau pulang karena cukup jauh dari Semarang. Sehingga kami membantu mengizinkan para penumpang untuk bisa menunggu atau bahkan ada beberapa yang menginap di bandara,” kata Agus, Rabu (18/9/2019).
“Kita ketahui terminal kita ini cukup dingin, apalagi kalau malam dan tidak ada penumpang lainnya. Sehingga kami beberapa kali memberikan bantuan meminjamkan selimut kepada para penumpang yang memang tidak ingin pulang lagi ke daerahnya karena jauh sehingga yang bersangkutan memilih untuk menunggu di bandara saja,” tambah dia.
Agus melanjutkan, keterlambatan dan pembatalan penerbangan ke sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera masuk dalam kategori force majeure. Akibatnya, para penumpang tidak mendapatkan kompensasi dari pihak maskapai.
Pihaknya berharap calon penumpang dapat memahami kondisi penerbangan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Sementara calon penumpang berharap ada solusi secepatnya dari persoalan karhutla ini.
“Semoga kejadian kebakaran ini bisa segera teratasi karena di Kalteng itu kabarnya titik apinya paling banyak. Jadi juga banyak yang terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan),” tugas seorang calon penumpang, Annisa.
Sejauh ini sudah ada sebanyak 68 jadwal penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang yang terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan terhitung sejak 12-18 September 2019 pukul 09.00 WIB. Jadwal yang terganggu itu terjadi baik kedatangan maupun keberangkatan.
“Pada 16 September setidaknya ada 6 jadwal penerbangan rute Semarang–Pontianak, Semarang–Pangkalan Bun, Semarang–Ketapang dan rute-rute sebaliknya mengalami pembatalan terbang,” ujar Agus.
Pada tanggal tersebut, juga ada 7 jadwal penerbangan rute Semarang–Pangkalan Bun, Semarang Banjarmasin, Ssemarang–Ketapang dan rute sebaliknya yang mengalami keterlambatan.
Sedangkan pada 17 September terdapat 4 jadwal penerbangan yang dibatalkan dan 2 jadwal mengalami keterlambatan. Sementara pada hari ini Rabu (18/9/2019) hingga pukul 09.00 WIB, sudah ada 4 jadwal penerbangan yang mengalami pembatalan dan 2 jadwal penerbangan mengalami keterlambatan.
“Gangguan jadwal penerbangan juga terjadi pada rute Semarang–Karimunjawa, Semarang–Palembang, dan rute sebaliknya karena menunggu rotasi pesawat dari daerah asal yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
Akibat adanya keterlambatan dan pembatalan penerbangan itu, ratusan penumpang terpaksa menginap di bandara sembari menunggu diberangkatkan.
Pantauan di lapangan, Exhibition Ball Bandara Ahmad Yani hingga hari ini masih tetap dipenuhi calon penumpang. Sebagian besar calon penumpang merupakan tujuan sejumlah daerah di Kalimantan, seperti Pontianak dan Pangkalan Bun. Mereka tetap menunggu meski ada informasi keterlambatan dan pembatalan penerbangan.
Departement Head Airport Operation Service Bandara Ahmad Yani Agus Sina mengatakan, keterlambatan dan pembatalan terbang dilakukan oleh pihak maskapai. Meski begitu, pihaknya mengizinkan para calon penumpang yang ingin menunggu atau menginap di bandara.
“Kami dari pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang memperhatikan mencoba sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan kepada para penumpang yang memang pada saat itu mereka tidak mau pulang karena cukup jauh dari Semarang. Sehingga kami membantu mengizinkan para penumpang untuk bisa menunggu atau bahkan ada beberapa yang menginap di bandara,” kata Agus, Rabu (18/9/2019).
“Kita ketahui terminal kita ini cukup dingin, apalagi kalau malam dan tidak ada penumpang lainnya. Sehingga kami beberapa kali memberikan bantuan meminjamkan selimut kepada para penumpang yang memang tidak ingin pulang lagi ke daerahnya karena jauh sehingga yang bersangkutan memilih untuk menunggu di bandara saja,” tambah dia.
Agus melanjutkan, keterlambatan dan pembatalan penerbangan ke sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera masuk dalam kategori force majeure. Akibatnya, para penumpang tidak mendapatkan kompensasi dari pihak maskapai.
Pihaknya berharap calon penumpang dapat memahami kondisi penerbangan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Sementara calon penumpang berharap ada solusi secepatnya dari persoalan karhutla ini.
“Semoga kejadian kebakaran ini bisa segera teratasi karena di Kalteng itu kabarnya titik apinya paling banyak. Jadi juga banyak yang terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan),” tugas seorang calon penumpang, Annisa.
Sejauh ini sudah ada sebanyak 68 jadwal penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang yang terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan terhitung sejak 12-18 September 2019 pukul 09.00 WIB. Jadwal yang terganggu itu terjadi baik kedatangan maupun keberangkatan.
“Pada 16 September setidaknya ada 6 jadwal penerbangan rute Semarang–Pontianak, Semarang–Pangkalan Bun, Semarang–Ketapang dan rute-rute sebaliknya mengalami pembatalan terbang,” ujar Agus.
Pada tanggal tersebut, juga ada 7 jadwal penerbangan rute Semarang–Pangkalan Bun, Semarang Banjarmasin, Ssemarang–Ketapang dan rute sebaliknya yang mengalami keterlambatan.
Sedangkan pada 17 September terdapat 4 jadwal penerbangan yang dibatalkan dan 2 jadwal mengalami keterlambatan. Sementara pada hari ini Rabu (18/9/2019) hingga pukul 09.00 WIB, sudah ada 4 jadwal penerbangan yang mengalami pembatalan dan 2 jadwal penerbangan mengalami keterlambatan.
“Gangguan jadwal penerbangan juga terjadi pada rute Semarang–Karimunjawa, Semarang–Palembang, dan rute sebaliknya karena menunggu rotasi pesawat dari daerah asal yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
(thm)