Iwan Fals Unggul dari Pejabat dan Politisi untuk Calon Wali Kota Depok

Senin, 16 September 2019 - 06:30 WIB
Iwan Fals Unggul dari...
Iwan Fals Unggul dari Pejabat dan Politisi untuk Calon Wali Kota Depok
A A A
DEPOK - Sejumlah nama yang digembar-gemborkan menjadi pemimpin Depok mulai ramai. Dari kalangan pejabat hingga artis. Salah satunya adalah nama artis legendaris Iwan Fals yang merupakan warga Tapos, Depok.

Nama Iwan Fals muncul berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama Depok24Jam. Dari hasil tersebut diketahui bahwa respons masyarakat terhadap elektabilitas partai sangatlah kecil.

Founder Klinik Digital Vokasi UI, Devie Rahmawati mengatakan, tiga tokoh menempati posisi teratas dalam survei Pilkada Depok 2020 versi Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia. Ketiganya adalah musisi Iwan Fals, Idris Abdul Somad dan Pradi Supriatna.

Dalam survei bertajuk "Persepsi Netizens Pra Pilkada Depok 2020", Iwan Fals mendapat persentase 13%. Idris Abdul Somad 12%, unggul dua persen atas Pradi Supriatna. "Iwan Fals seperti diketahui seorang publik figur. Namanya besar dikancah musik. Sementara Idris dan Pradi adalah Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok yang memimpin sekarang. Keduanya diuntungkan karena intensitas sosialisasi kepada masyarakatnya tinggi," kata Devie, Minggu (15/9/2019).

Selain ketiga nama di atas, dalam survei juga muncul nama-nama seperti Nuroji (Politikus Senior Gerindra dan Anggota DPR-RI), Hendrik Tangke Allo (Ketua DPC PDI Perjuangan/DPRD Depok), Imam Budi Hartono (Politikus PKS/DPRD Jawa Barat), dan Babai Suhaimi (Politikus PKB /DPRD Depok).

Mereka masing-masing mendapat persentase 3%, kecuali Nuroji yang memperoleh 4%. "Klinik Digital Vokasi UI mengamati perilaku pengguna Instagram akun Depok24Jam. Total ada sekitar 2.800 responden yang diriset. Pemilihan akun Depok24Jam dilatari sejumlah faktor. Di antaranya jumlah followers yang tinggi, sekitar 250.000 akun, di mana kesemuanya bersifat organik atau murni alias bukan bot/robot," ujarnya.

Menurutnya, yang perlu dicermati adalah mayoritas sikap warganet alias netizen. Hasil survei, ada 48% yang tak begitu peduli tentang siapa yang memimpin Depok selanjutnya. "Mereka hanya menginginkan yang terpenting pemimpin ke depan bisa lebih baik. Membenahi persoalan-pesoalan krusial seperti kriminalitas, pendidikan berkualitas, dan kesehatan," ujarnya.

Diketahui juga bahwa permasalahan yang banyak dikeluhkan adalah tingkat kriminalitas dengan persentase 29%, pendidikan berkualitas 22%, penanganan banjir 11%. "Ini bisa menjadi masukan bagi siapapun yang akan bertarung dalam kontestasi Pilkada Depok nanti," katanya.

Survei yang dilakukan secara kualitatif dengan Google form terjaring 2.800 responden yaitu masyarakat Kota Depok yang menyatakan bahwa sosok calon Wali Kota mendatang yang diinginkan bukanlah melihat dari partai, asal daerah, atau dengan kata lain "Siapa Saja". "Jadi, mereka tidak mempedulikan asal usul si pemimpin, namun intinya dia mampu menyelesaikan masalah Kota Depok secara nyata seperti kriminalitas, pendidikan, sampah," paparnya.

Kemudian, kepuasan akan birokrasi (Pemerintah) juga terukur hanya 2%. Dengan kata lain, banyak ketidak puasan masyarakat terhadap pemerintah saat ini, oleh sebab itu diartikan Devie Kota Depok kini butuh sosok baru yang penuh dengan gagasan dan mendukung kaum milenial.

"Pemerintah Kota Depok, hingga kini mewakili kelompok tertentu selama kurang lebih 15 tahun. Sehingga, butuh oksigen baru. Masyarakat membutuhkan sosok muda dengan patokan umur 30-40 tahun, karena yang ternyata dilirik adalah kecepatannya dalam mengambil keputusan maupun program," ujarnya.

Survei tersebut juga diakui Devie sama seperti pilkada serentak tahun lalu, yang memilih calon Gubernur Jawa Barat. Hasilnya, dinilai reliable dalam merepresentasikan kehendak warga Kota Depok. "Berdasarkan, penelitian kita survei tahun lalu juga sama pemilihan masyarakat terhadap partai sangat sedikit hanya mencapai 2% saja," tegasnya.

Devie berharap hasil penelitian tersebut mampu menjadi acuan oleh partai politik di Kota Depok, guna menjawab keresahan dan keinginan masyarakat. "Survei ini juga, telah digunakan di luar negeri dan itu telah dibuktikan, hasilnya hampir sama seperti di real count," pungkasnya.
(ysw,ars)
Berita Terkait
Hari Ini, KPU Lakukan...
Hari Ini, KPU Lakukan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota Depok
Dapat No Urut 02, Idris-Imam:...
Dapat No Urut 02, Idris-Imam: Lanjutkan Dua Periode
Begini Teknis Pengundian...
Begini Teknis Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Depok
Pilkada Depok: Idris...
Pilkada Depok: Idris Mengaku Berat Berpisah dengan Pradi
Jalani Tes Kesehatan,...
Jalani Tes Kesehatan, Afifah Sengaja Menginap di Bandung
Ditinggal PAN saat Injury...
Ditinggal PAN saat Injury Time, Idris Optimistis dengan Gerbong PKS dan Koalisi TAS
Berita Terkini
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
17 menit yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
20 menit yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
1 jam yang lalu
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
2 jam yang lalu
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
2 jam yang lalu
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved