Ditinggal PAN saat Injury Time, Idris Optimistis dengan Gerbong PKS dan Koalisi TAS
Sabtu, 05 September 2020 - 12:26 WIB
loading...
Mohammad Idris yang saat ini menjabat Wali Kota Depok. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
DEPOK - Mohammad Idris akhirnya bergandengan tangan dengan Imam Budi Hartono (IBH) di kancah Pilkada Depok 2020. Idris diketahui sebagai petahana dan menjabat sebagai Wali Kota Depok saat ini. Sedangkan Imam adalah kader PKS yang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
Pasangan ini menggelar deklarasi pada Jumat (4/9) dan direncanakan mendaftar ke KPU Kota Depok pada Minggu (6/9) besok yang diketahui sebagai hari terakhir pendafataran.(Baca juga: Didukung Istri via Virtual, Calwakot Depok Ini Menangis)
Pasangan ini didukung oleh empat partai yaitu PKS, Partai Demokrat, PPP dan Partai Berkarya yang tergabung dalam Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS). Di akhir waktu, Idris tidak didukung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) karena PAN membelok ke pasangan Pradi-Afifah.
DPP PAN mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung Pradi pada Kamis (3/9) bertepatan dengan deklarasi Pradi-Afifah. Menanggapi hal itu, Idris mengaku bahwa kondisi demikian adalah hal biasa dalam berpolitik. Kendati ditinggalkan PAN namun Idris mengaku tetap akan bersahabat. (Baca juga: Pertarungan Dua Petahana, Pilkada Kota Depok Dipastikan Sengit)
“Kondisi ini kan kebersamaan saling kita berjanji dan bertekad untuk yuk dari awal. Kalau dalam perjalanannya, misalnya kita mau ke Surabaya ke Semarang ada yang turun duluan sampai Jogja, mungkin tertarik dengan taman-taman yang ada di Jogja. Sehingga di Surabaya kita tidak bertemu dan itu biasa, ga usah dipersoalkan. Tapi memang kalau persahabatan kita akan memperbanyak sahabat sahabat kita,” katanya, Sabtu (5/9/2020).
Pasangan ini menggelar deklarasi pada Jumat (4/9) dan direncanakan mendaftar ke KPU Kota Depok pada Minggu (6/9) besok yang diketahui sebagai hari terakhir pendafataran.(Baca juga: Didukung Istri via Virtual, Calwakot Depok Ini Menangis)
Pasangan ini didukung oleh empat partai yaitu PKS, Partai Demokrat, PPP dan Partai Berkarya yang tergabung dalam Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS). Di akhir waktu, Idris tidak didukung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) karena PAN membelok ke pasangan Pradi-Afifah.
DPP PAN mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung Pradi pada Kamis (3/9) bertepatan dengan deklarasi Pradi-Afifah. Menanggapi hal itu, Idris mengaku bahwa kondisi demikian adalah hal biasa dalam berpolitik. Kendati ditinggalkan PAN namun Idris mengaku tetap akan bersahabat. (Baca juga: Pertarungan Dua Petahana, Pilkada Kota Depok Dipastikan Sengit)
“Kondisi ini kan kebersamaan saling kita berjanji dan bertekad untuk yuk dari awal. Kalau dalam perjalanannya, misalnya kita mau ke Surabaya ke Semarang ada yang turun duluan sampai Jogja, mungkin tertarik dengan taman-taman yang ada di Jogja. Sehingga di Surabaya kita tidak bertemu dan itu biasa, ga usah dipersoalkan. Tapi memang kalau persahabatan kita akan memperbanyak sahabat sahabat kita,” katanya, Sabtu (5/9/2020).
Lihat Juga :