Sterilisasi Jalur Kereta Api di Jabodetabek Masih Minim

Senin, 16 September 2019 - 05:15 WIB
Sterilisasi Jalur Kereta...
Sterilisasi Jalur Kereta Api di Jabodetabek Masih Minim
A A A
JAKARTA - Sterilisasi jalur kereta api di Jabodetabek dinilai masih minim. Sejumlah kecelakaan kerap terjadi di perlintasan sebidang maupun di jalan tembus permukiman warga yang kerap menyebabkan korban jiwa.

Pantauan SINDOnews di sejumlah titik jalan di Jakarta, banyak pemukiman warga yang menempel dengan pagar rel dan memotong pembatas rel. Hal itu diperburuk dengan masyarakat yang kemudian membuat jalan menembus rel.Dari awalnya hanya perlintasan manusia, kemudian berubah menjadi sepeda motor dan mobil, imbasnya perlintasan liar banyak ditemukan. Seperti dilintasan Duri hingga Kampung Bandan, di kawasan ini perlintasan liar kerap ditemukan.
Di sekitar kawasan Bandengan-Pekojaan-Penjaringan, SINDOnews mencatat belasan perlintasan liar banyak bermunculan. Menggunakan gergaji besi, warga kemudian memotong pagar pembatas rel untuk lintas mereka. Warga beralasan pemotongan pagar sebagai jalan pintas.

“Dulu pernah ditutup, tapi setahun lalu dibuka lagi oleh warga,” kata Munir, Ketua RT setempat di kawasan Pekojaan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (15/9/2019). Munir mengakui adanya perlintasan liat membantu aktivitas warga. Sebab tanpa perlintasan warga harus memutar jauh hingga ke kawasan Bandengan. Sementara di kawasan Angke, perlintasan liar telah ditutup dua tahun lalu.

Kondisi tak jauh beda juga terjadi di dekat ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat. Meskipun telah ditutup, namun sejumlah warga kemudian merusak dan membuat jalan khusus sepeda motor, ribuan sepeda motor melintas setiap harinya.

Bahkan warga memanfaatkan dengan menarik upah untuk kendaraan melintas.
“Kita sih tidak masalah cuman bayar Rp1.000 - 2.000, dari pada muter jauh dan macet,” kata Sulistyo (38) pengendara di kawasan Roxy.

Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat sejak awal hingga pertengan 2019, di kawasan Daop 1 PT KAI, sedikitnya ada 82 orang meninggal dunia, 76 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan di perlintasan Kereta Api.

Puluhan orang meninggal itu tercatat karena 65 kecelakaan yang terjadi di perlintasan yang dijaga dan 174 kejadian di perlintasan yang tak dijaga.
Sementara untuk perlintasan di jalur kereta api, Ditjen Perkeratapian Kemenhub mencatat ada sebanyak 466 perlintasan luar di Daop 1, 50% lebih, atau 212 di antaranya merupakan liar.

Sementara untuk yang resmi, mereka mencatat 126 perlintasan dikelola Daop 1, sebanyak 30 perlintasan dikelola Pemerintah Daerah (Pemda), 20 perlintasan dikelola swasta, dan 78 lainnya tidak dijaga Meskipun tercatat resmi.

Pemprov DKI sendiri mengakui pihaknya kini masih mengupayakan menutup sejumlah perlintasan. Pembangunan flyover maupun underpass dilakukan secara berkesinambungan. "Kita lakukan secara bertahap perlahan dengan mengajak SKPD lain," ungkap Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Syafrin menuturkan, pembangunan flyover dan underpass dilakukan oleh Dinas Bina Marga atas rekomendasi Dishub. Sementara untuk penutupan pihaknya melakukan setelah melihat beberapa pertimbangan, mulai dari ketersedian jalur alternatif dan kondisi mendesak.

Pada 2019 ini, Syafrin mengungkapkan, ada sebanyak 20 perlintasan kereta api di Jakarta yang akan ditutup. Penutupan itu akan dilakukan bertahap agar masyarakat tak terkejut.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, sepanjang 2018 hingga 2019 telah dilakukan penutupan sebanyak 311 titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Meskipun penutunan perlintasan bukan kewenangan PT KAI, namun, langkah yang dilakukan KAI demi mengukur keselamatan bertransportasi.

"Pastinya bahwa memang perlintasan ini pertama jangan sampai muncul lagi perlintasan tak resmi ini. Seringkali di luar dari pengawasan membuat perlintasan untuk jalan lalu dibuka untuk motor, lalu mobil," kata Edi beberapa waktu lalu.

Edi mengakui untuk menutup diperlukan solusi mengganti perlintasan sebidang, karenanya dia mendukung perlintasan dengan diganti underpass atau flyover.
(whb)
Berita Terkait
Terobos Palang Pintu,...
Terobos Palang Pintu, Truk Molen Semen Tertabrak Kereta Taksaka di Bantul
Truk Tertabrak dan Terseret...
Truk Tertabrak dan Terseret Kereta CPO Sejauh 20 Meter di Medan, Sopir Selamat
Cilegon Gempar, Jalan...
Cilegon Gempar, Jalan Kaki di Rel Warga Merak Tewas Tertabrak Kereta Api
Pemotor Tewas Tertabrak...
Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api di Kemayoran
Ditemukan Tewas di Jalur...
Ditemukan Tewas di Jalur Kereta, Pria di Bandarlampung Diduga Tertabrak Kereta Api
Tragis! 2 Warga Subang...
Tragis! 2 Warga Subang Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved