Pengusaha Elpiji 3 Kg di Jakarta Barat Keluhkan Perluasan Ganjil Genap

Sabtu, 07 September 2019 - 23:11 WIB
Pengusaha Elpiji 3 Kg...
Pengusaha Elpiji 3 Kg di Jakarta Barat Keluhkan Perluasan Ganjil Genap
A A A
JAKARTA - Puluhan pengusaha gas elpiji 3 kilogram (kg) di wilayah Jakarta Barat mengeluhkan kebjijakan perluasan ganjil genap. Pasalnya, dengan adanya sistem itu truk pemasok gas tidak bisa mengantar secara tepat waktu.

Perwakilan pengusaha gas elpiji 3 kg Jakarta Barat, Udin, mengatakan, setiap hari truk harus mengambil dan menyebar ke beberapa pangkalan (penjual) gas di Jakarta Barat.

"Karena sistem ini diperluas maka kami sangat mengeluhkan, karena gas elpiji 3 kg ini kebutuhan masyarakat setiap hari dan harus diantar setiap hari juga oleh kami ke pangkalan, dalam artian penyalur resmi, " ujarnya, Sabtu (7/9/2019).

Udin mengaku para pengusaha ini melalui PT Pertamina sudah melakukan diskusi dengan Dinas Perhubungan. Namun, jawaban dari Dinas Perhubungan justru meminta kepada para agen untuk mengganti plat truknya berwarna hitam menjadi kuning.

"Proses perubahan ke plat kuning tidak semudah membalikkan telapak tangan. Distribusi elpiji bersifat harian dan tidak bisa berhenti penyaluran tiap hari. Ribuan truk elpiji akan mandeg bila tidak diberikan dispensasi. Siapa mau tanggung jawab bila terjadi kelangkaan elpiji di masyarakat," ucap dia.

Ia berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bisa turut hadir dalam menyelesaikan masalah ini dengan memberikan dispensasi kepada truk elpiji yang mengantar ke agen maupun ke pangkalan.

Senada dengan Udin, Ria berharap gubernur bisa segera selesaikan agar tidak terjadi kegaduhan karena gas elpiji menjadi langka akibat dari keterlambatan pengiriman yang disebabkan oleh sistem ganjil genap.

"Jika elpiji habis dan belum tersedia di pangkalan, ini disebabkan oleh keterlambatan pengiriman agen. Karena itu tadi efek dari ganjil genap, maka ini bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kegiatan masak mandeg yang berbuntut membuat resah masyarakat jakarta. Gubernur harus perhatikan potensi masalah ini dan mencari solusi," ucap dia.

Meskipun perluasan ganjil genap sudah diuji coba sejak Agustus lalu, tapi para pengusaha bersama PT Pertamina tetap berusaha agar gas 3 kg di pangkalan tidak kosong. Sehingga, masyarakat bisa tetap memasak untuk keluarganya. "Namun bagaimanapun pasti akan ada dampak baik langsung maupun tidak langsung atas penerapan kebijakan ini," tutupnya.
(thm)
Berita Terkait
Ganjil Genap di Jakarta...
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Jam Berapa?
Uji Coba Ganjil Genap...
Uji Coba Ganjil Genap Hari Pertama, Ratusan Kendaraan Masih Nekat Masuk Puncak
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap Jakarta 2025
4 Tips Hadapi Ganjil...
4 Tips Hadapi Ganjil Genap Jakarta, Nomor 2 Tinggal Duduk Manis
Polisi Pertimbangkan...
Polisi Pertimbangkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Ganjil Genap di Bogor
Larangan Ganjil Genap...
Larangan Ganjil Genap Makin Meluas, Ini Cara Menghindari Tilang Berbekal Google Maps
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
1 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
2 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
2 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
2 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved