Berlaku Senin, Pengusaha Elpiji Keluhkan Perluasan Jalur Ganjil Genap

Sabtu, 07 September 2019 - 13:27 WIB
Berlaku Senin, Pengusaha...
Berlaku Senin, Pengusaha Elpiji Keluhkan Perluasan Jalur Ganjil Genap
A A A
JAKARTA - Puluhan pengusaha Gas Elpiji 3 Kg di Jakarta Barat mengeluhkan sistem perluasan Ganjil-Genap. Pasalnya, dengan adanya sistem ini, truk pemasok gas tidak bisa mengantar gas subsidi tersebut secara tepat waktu.

Perwakilan pengusaha Gas Elpiji KG Jakarta Barat, Udin mengatakan, setiap hari truk ini harus mengambil dan menyebar ke beberapa pangkalan (penjual) gas di Jakarta Barat.

"Karena sistem ini diperluas maka kami sangat mengeluhkan karena gas elpiji 3 kg ini kebutuhan masyarakat setiap hari dan harus di antar setiap hari juga oleh kami ke pangkalan dalam artian penyalur resmi, " ujarnya, Sabtu (7/9/2019).

Udin mengaku, para pengusaha ini melalui PT. Pertamina sudah melakukan diskusi dengan Dinas Perhubungan. Namun, jawaban dari Dinas Perhubungan justru meminta kepada para Agen untuk mengganti plat truknya berwarna hitam menjadi kuning.

"Proses perubahan ke Plat kuning, tidak semudah membalikan telapak tangan. Distribusi Elpiji bersifat harian dan tidak bisa berhenti penyaluran tiap hari. Ribuan truk elpiji akan mandeg bila tidak diberikan dispensasi. Siapa mau tanggung jawab bila terjadi kelangkaan elpiji di masyarakat," ucap dia. (Baca: Selama Uji Coba Ganjil genap, Penumpang Transjakarta Catatkan Rekor )

Ia berharap, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bisa turut hadir dalam menyelesaikan masalah ini dengan memberikan dispensasi kepada truk Elpiji yang mengantar ke Agen maupun ke Pangkalan.

Senada dengan Udin, Ria berharap Gubernur bisa segera selesaikan agar tidak terjadi kegaduhan karena gas elpiji menjadi langka akibat dari keterlambatan pengiriman yang disebabkan oleh sistem ganjil genap.

"Jika elpiji habis dan belum tersedia di pangkalan ini disebabkan oleh keterlambatan pengiriman agen. Karena itu tadi efek dari ganjil genap, maka ini bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kegiatan masak mandeg yg berbuntut membuat resah masyarakat Jakarta. Gubernur harus perhatikan potensi masalah ini dan mencari solusi," ucap dia.

Meskipun ganjil genap diperluas sejak Agustus lalu, tapi para pengusaha bersama PT. Pertamina tetap berusaha agar gas 3 Kg di pangkalan tidak kosong. Sehingga, masyarakat bisa tetap memasak untuk keluarganya.

"Namun bagaimanapun pasti akan ada dampak baik langsung maupun tidak langsung atas penerapan kebijakan ini," ucapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Dukung Penerapan Ganjil...
Dukung Penerapan Ganjil Genap, Transjakarta Sesuaikan Jadwal Layanan Mulai 6 Juni
Jalur Ganjil-Genap di...
Jalur Ganjil-Genap di DKI Jakarta Diperluas, Ini 25 Titiknya
Catat! 25 Ruas Jalan...
Catat! 25 Ruas Jalan Ganjil Genap Diberlakukan Tilang Mulai Hari Ini
Volume Kendaraan Naik...
Volume Kendaraan Naik 6,25 Persen, Jakarta Kaji Perluas Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan
Ganjil Genap Berlaku...
Ganjil Genap Berlaku di 25 Ruas Jalan Mulai Hari Ini, Cek Aturannya
Ganjil Genap di Jakarta...
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Jam Berapa?
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
42 menit yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
2 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
10 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
10 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved