1.080 Ekor Burung Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Sabtu, 07 September 2019 - 05:05 WIB
1.080 Ekor Burung Gagal...
1.080 Ekor Burung Gagal Diselundupkan ke Jakarta
A A A
PANGKAL PINANG - Sebanyak 1.080 ekor burung yang hendak dikirim ke Jakarta secara ilegal, berhasil digagalkan petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jumat (6/9/2019) malam.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Saipuddin Zuhri mengungkapkan, kasus ini berawal saat petugas melakukan pengawasan terhadap sebuah truk bernomor polisi BN 8317 QP.

Dengan muatan yang mencurigakan dan telah masuk ke dalam Kapal KM Srikandi Line, tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Setelah kita periksa ternyata ditemukan truk dengan muatan media pembawa berupa burung dan tidak dilengkapi dokumen karantina serta tidak dilaporkan ke kita," jelasnya di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Jumat (6/9/2019).

Setelah memastikan tanpa dilengkapi dokumen, petugas memberi label dan segel karantina pada kemasan media pembawa burung untuk selanjutnya dilakukan penahanan.

Saipuddin mengungkapkan burung yang diamankan itu berjenis Colibri dan Perbak. "Jenis media pembawa berupa burung colibri sejumlah 1.020 ekor dalam kemasan 28 boks dan burung perbak 60 ekor dalam kemasan 2 boks," tuturnya.

Tindakan lebih lanjut burung-burung ini akan diserahkan kepada Resort BKSDA Babel, untuk dilepasliarkan ke habitat aslinya dan rencananya akan dilepasliarkan besok pada Sabtu 7 September 2019.

"Burung colibri inikan habitatnya ada di Pulau Bangka, biasa ditemukan di daerah mangrove maupun bakau. Nanti kita akan lepasliarkan kawasan yang ada mangrove nya," ujar Yusmono Kepala Resort BKSDA Babel.

Pihaknya, juga mengimbau agar masyarakat menjaga dan tidak memburu segala jenis burung di alam yang dilindungi, demi untuk mencegah kepunahannya.

"Ada jenis burung colibri di sini masih dilindungi, tapi memang tidak semua. Kalau terus-terus diburu dan diperdagangkan secara gelap seperti ini lama-lama akan habis juga habitat mereka," tegas Yusmono.
(rhs)
Berita Terkait
Pelabuhan Sungaiselan...
Pelabuhan Sungaiselan Jadi Pintu Masuk Penyelundupan Narkoba ke Bangka Tengah
Korpolairud Baharkam...
Korpolairud Baharkam Polri Amankan 309 Hewan Dilindungi
Penggagalan Penyelundupan...
Penggagalan Penyelundupan Hewan Asli Papua
3 Film tentang Penyelundupan...
3 Film tentang Penyelundupan Hewan, Nomor 2 Terjadi di Indonesia
Helikopter Kejar Kapal...
Helikopter Kejar Kapal Penyelundup
Modus Baru! Daging Babi...
Modus Baru! Daging Babi Jadi Kedok Selundupkan 10 Ton Pasir Timah ke Pulau Bangka
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
1 menit yang lalu
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
31 menit yang lalu
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
47 menit yang lalu
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
57 menit yang lalu
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
1 jam yang lalu
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
1 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved