Ini Cara Gag Nikel Rawat Persatuan dan Perdamaian di Tanah Papua

Kamis, 05 September 2019 - 15:16 WIB
Ini Cara Gag Nikel Rawat...
Ini Cara Gag Nikel Rawat Persatuan dan Perdamaian di Tanah Papua
A A A
LOMBOK - Isu rasisme mencuat akhir-akhir ini memicu ketegangan di Papua. PT Gag Nikel punya cara tersendiri untuk berkontribusi meredam gejolak serta merawat semangat persatuan ditengah.

Prinsip keberagaman yang tertuang dalam semboyan bhineka tunggal ika, ditanamkan sejak dini oleh Gag Nikel kepada putra-putri Papua. Hal itu direalisasikan melalui program pelestarian budaya khas Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Pada ajang internasional bertajuk Asia Pasific Geopark Network di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTT), Gag Nikel memboyong sejumlah anak pedalaman Raja Ampat tampil membawakan tari Lalayon dan Nelayan Pari.

Kedua tarian tersebut dikenal sebagai simbol kebudayaan Raja Ampat. “Lewat panggung internasional ini, kita mau tunjukkan bahwa anak-anak Papua mencintai budayanya, bagian budaya Indonesia,” kata Presiden Direktur Gag Nikel, Risono saat di Geopark Network, Lombok, Kamis (5/9/2019).

Tari Lalayon biasanya dipakai untuk menyambut tamu agung. Tarian ini diciptakan sejak era Kesultanan Tidore. Sedangkan tari Pari, baru dibuat beberapa tahun belakangan. Tarian itu digunakan untuk menyerukan semangat pelestarian ikan pari, yang kini habitatnya di Raja Ampat mulai terancam punah.

Para penari Lalayon, terdiri dari siswa-siswi kelas lima dan enam Sekolah Dasar Negeri 13 Pulau Gag. Sementara tari Pari dibawakan oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama YPPK Santa Maria Regina dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Raja Ampat, sebagian personel ada juga dari mahasiswa asal Papua Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo menyebutkan, pemkab fokus mengembangkan potensi daerah di Papua Barat, salah satunya soal kebudayaan. Melalui pementasan anak-anak Raja Ampat di level mancanegara ini, diharapkan dapat menjadi pesan positif tentang dorongan menjaga persatuan di Papua.

Menurut Rusdi, sejak pertama kali Gag Nikel beroperasi, anak usaha BUMN PT Aneka Tambang itu telah berkontribusi mengembangkan program kebudayaan yang berkelanjutan di Raja Ampat. “Gag Nikel merupakan mitra pemerintah. Termasuk dalam hal pengembangan yang berkelanjutan, khususnya soal kebudayaan,” tuturnya.

Selain pengembangan budaya, Gag Nikel juga terlibat aktif mengampanyekan pelestarian penyu di Raja Ampat. Beberapa waktu lalu, warga lokal diajak studi banding ke Bali. Mereka diajarkan cara penangkaran penyu dan pentingnya merawat ekosistem laut.

PT Gag Nikel sendiri merupakan anak usaha PT Aneka Tambang di bidang pertambangan nikel. Sejak 2017, Gag Nikel memasuki fase produksi. Adapun lokasi penambangannya terletak di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
(poe)
Berita Terkait
7 Tapol Bakal Dibebaskan,...
7 Tapol Bakal Dibebaskan, Masyarakat Papua Diminta Rajut Kembali Relasi Sosial
Cegah Konflik Sosial,...
Cegah Konflik Sosial, TNI AD Gelar Dialog Interaktif di Papua Barat
Heboh Negara Federal...
Heboh Negara Federal Republik Papua Barat, Punya KTP dan Presiden Sendiri
3 Pelaku Makar Negara...
3 Pelaku Makar Negara Federal Republik Papua Barat Dibekuk
PON XX, Atensi Negara...
PON XX, Atensi Negara dan Harga Diri Papua
Penyelesaian Papua Harus...
Penyelesaian Papua Harus dengan Pendekatan Persuasif Bukan Kekuasaan
Berita Terkini
Seskab Teddy Borong...
Seskab Teddy Borong 35 Sapi Boyolali, Peternak Lokal: Alhamdulillah Sangat Terbantu
10 menit yang lalu
Ratusan Warga Salat...
Ratusan Warga Salat Iduladha di Balai Kota Jakarta, Dihadiri Wagub Rano Karno
29 menit yang lalu
BRI Insurance dan PNM...
BRI Insurance dan PNM Tanam 7.000 Mangrove di Makassar
9 jam yang lalu
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
10 jam yang lalu
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
10 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
11 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved