19 Warga Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang

Kamis, 05 September 2019 - 14:53 WIB
19 Warga Asing Dideportasi...
19 Warga Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang
A A A
SALATIGA - 19 warga negara asing dari sejumlah negara sudah dideportasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang sepanjang Januari hingga Agustus 2019. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang juga melakukan tindakan administrasi pro justitia terhadap 13 WNA asal Malaysia dan Thailand.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Ma'mum menjelaskan, sebanyak 19 orang asing tersebut dideportasi karena melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Pelanggaran terberat yang dilakukan para orang asing tersebut adalah melakukan tindak pidana.

"Mereka (orang asing) yang terjerat masalah hukum sudah menjalani masa hukuman. Kemudian mereka kami deportasi ke negara asal. Selain itu, kami juga melakukan penangkalan sehingga mereka tidak bisa ke Indonesia lagi dalam kurun waktu tertentu," kata Ma'mum kepada wartawan di sela-sela rapat koordinasi tim pengawasan orang asing kota dan kecamatan Salatiga di Salatiga, Kamis (5/9/2019).

Guna mengantisipasi adanya pelanggaran izin tinggal orang asing, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang menggiatkan operasi gabungan bersama stake holder terkait di kabupaten dan kota di wilayah kerjanya. Berdasarkan data yang dicatat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, jumlah orang asing yang tinggal di Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Kudus, Grobogan dan Demak sebanyak 2.995 orang.

Mereka terdiri dari 785 warga negara China, 523 warga negara Korea Selatan, 453 warga negara India, 232 warga negara Amerika Serikat, 165 warga negara Thailand, 164 warga negara Jepang, 156 warga negara Filipina, 123 warga negara Sri Lanka, 117 warga negera Timor Leste, 92 orang warga negara Belanda, 72 orang warga negara Malyasia, 41 warga Jerman, 40 warga Britania, dan 32 warga Kanada.

"Dalam rapat koordinasi tim pengawasan orang asing ini, kami mengajak tim pengawasan orang asing di Salatiga untuk berdiskusi mengenai optimalisasi pengawasan orang asing. Sebab dalam pengawasan orang asing di lapangan ada banyak kendala yang diperlukan penanganan bersama," terangnya.

Menurut dia, kelemahan pengawasan orang asing di antaranya karena masih rendah kesadaran pengelola hotel, homestay, dan pemilik rumah yang dikontrak oleh orang asing dalam melaporkan keberadaan mereka.
(wib)
Berita Terkait
Perpanjang Visa Tinggal,...
Perpanjang Visa Tinggal, Warga Asing Punya Waktu sampai 20 September
2 Warga China Masuk...
2 Warga China Masuk Indonesia Pakai Paspor Palsu Meksiko
Diduga Bakar Ruang Karantina...
Diduga Bakar Ruang Karantina Imigrasi Parepare, WN Asal Iran Buron
Imigrasi Makassar Tangkap...
Imigrasi Makassar Tangkap Pria Asal Yaman Tanpa Dokumen Resmi
Panik Ada Razia Imigrasi,...
Panik Ada Razia Imigrasi, WNA Nigeria Tewas Terjatuh dari Lantai 9 Apartemen Gading Nias
Minta Sumbangan untuk...
Minta Sumbangan untuk Anak Yatim di Palestina, Dua WNA Diamankan
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved