ACT Bantu Permudah Akses Air melalui Pipanisasi di Bojonegoro

Rabu, 28 Agustus 2019 - 22:09 WIB
ACT Bantu Permudah Akses...
ACT Bantu Permudah Akses Air melalui Pipanisasi di Bojonegoro
A A A
BOJONEGORO - Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) terus mendistribusikan jutaan liter air bersih per hari di seluruh wilayah guna merespons kekeringan yang terjadi hampir di seluruh provinsi Indonesia. Dusun Jiwo, Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur , menjadi salah satu target distribusi.

Tidak hanya mendistribusikan air bersih, tim ACT juga membantu pipanisasi bagi sumur-sumur warga yang kekeringan. Saat ini, beberapa sumur kecil lain yang ada di sekitar sumur besar andalan warga, sudah tidak mengalirkan air sama sekali.

"Kalau warga di dusun bagian atas, biasanya membuat kelompok. Jadi nanti ada yang bertugas mengambil air untuk dipakai bersama. Kadang-kadang ada 10 orang. Begitu juga dusun bagian bawah, kalau memang titik-titik sumber air yang kecil-kecil itu habis, mereka ambil airnya juga ke sini karena inilah pilihan terakhir," kata Sunarto, salah satu warga di sana.

Global Wakaf-ACT memudahkan warga desa bagian atas ini sejak Januari lalu. Pipanisasi terbentang dari sumur besar di desa bawah agar bisa dialirkan ke desa atas dan ditampung di sebuah toren yang terletak di dalam Masjid Dusun Jiwo. Tidak hanya itu, sebuah MCK juga dibangun kala itu dan semuanya masih berfungsi hingga kini.

"Mudah-mudahan ke depannya pipanisasi ini bisa membantu kekurangan air. Khususnya daerah bagian atas desa. Jadi, tidak perlu lagi repot-repot mengambil ke sini (sumur besar) cukup di atas sana aja. Karena jaraknya dari atas ke bawah itu kurang lebih 500 meter," harap Sunarto.

Selain untuk keperluan jemaah masjid dan memenuhi kebutuhan ratusan keluarga, air tersebut juga sering digunakan untuk keperluan sekolah yang terletak di seberang masjid. Anak-anak SD yang berada di sekitar sana kerap mengambil air di masjid itu untuk kebutuhan mereka.

"Kadang kalau disuruh bapak dan ibu guru cari air, ya ambilnya dari Sumur Wakaf juga. Misalnya untuk menyiram bunga dan untuk cuci tangan, mereka mengambilnya di situ. Sebelum adanya pipanisasi dari Global Wakaf-ACT, mereka cari airnya di sumur besar ini juga, kadang bawa jeriken gitu. Tapi akhir-akhir ini sudah mulai berkurang semenjak adanya pipanisasi ini," kata Sunarto.

Sunarto yang telah merasakan manfaat dari sumur ini merasa berterima kasih kepada para dermawan yang telah membantu melalui Global Wakaf-ACT. Untuk tahun ini, mereka mengalami kekeringan karena kemarau panjang, namun sedikit banyak dapat teratasi dengan adanya Sumur Wakaf.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Global Wakaf-ACT dan donatur yang telah memberikan bantuan ini berupa pipanisasi, sumur, MCK mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan kedepannya bisa membantu warga warga yang lain, bukan cuma di sini saja," harap Sunarto.

Di kota-kota sebelumnya, tim MRI dari Jakarta telah mengunjungi berbagai lokasi kekeringan di Jawa. Kebutuhan air bagi konsumsi manusia sangat mendesak, warga juga harus berbagi air untuk hewan ternaknya. Tak turunnya hujan dalam waktu sekitar tiga bulan di hampir seluruh wilayah Jawa mengakibatkan kekeringan yang merata. Di setiap kota yang disinggahi tim, semua tanah retak.

Untuk membeli air, harga yang perlu di keluarkan oleh warga variatif. Namun, di semua lokasi yang dilakukan asesmen oleh tim MRI harga air pasti di atas Rp100 ribu hingga kisaran Rp400 ribu per tangki ukuran 6 ribu liter.

Sejauh ini, ACT telah merespons dengan melakukan distribusi air bersih, ACT pun menargetkan distribusi 2,1 juta liter air bersih di 28 cabang kantor ACT dengan total 500.000 penerima manfaat per hari. Dalam kurun empat bulan terakhir juga, ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia.

ACT juga mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuan melalui aksi nyata di bit.ly/DermawanAtasiKekeringan. Mari kita atasi kekeringan yang mematikan ini dengan menjadi Dermawan. Insya Allah, ini bukti kita peduli tidak hanya untuk warga Indonesia namun juga dunia.
(rhs)
Berita Terkait
Kemarau Baru Mulai,...
Kemarau Baru Mulai, Warga Selatan KBB Sudah Kesulitan Air Bersih
Musim Kemarau, 18 Desa...
Musim Kemarau, 18 Desa di Malang Terancam Kekeringan
Massa Forum Merah Putih...
Massa Forum Merah Putih Geruduk dan Segel Kantor ACT Jawa Timur
2 Fenomena Bencana Melanda...
2 Fenomena Bencana Melanda Pulau Jawa, Kekeringan di Barat dan Longsor di Timur
Waspada! Musim Kemarau,...
Waspada! Musim Kemarau, 27 Kabupaten/Kota di Jatim Berpotensi Kekeringan
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
30 menit yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
2 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
2 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
4 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved