Tekuni Kerajinan Kulit dari 1970, Sumadi Ingin Ekspor Produknya

Kamis, 22 Agustus 2019 - 23:55 WIB
Tekuni Kerajinan Kulit...
Tekuni Kerajinan Kulit dari 1970, Sumadi Ingin Ekspor Produknya
A A A
JAKARTA - Sumadi Seng adalah seorang pria berusia 72 tahun asal Candirejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dia merupakan pengrajin tangan berbahan kulit sapi atau kambing yang telah digelutinya sejak tahun 1970. Semula dia hanya memproduksi sadel.

Kemudian, Sumadi Seng yang dibantu 12 karyawannya itu membuat sepatu, sandal, tas hingga jaket kulit. Namun, tujuh tahun belakangan ini Sumadi juga membuat berbagai jenis aksesoris sepeda, seperti sadel, tas samping, penutup roda hingga tas setir.

Menariknya, semua kerajinan kulit karya Sumadi Seng di produksi secara tradisional. Tidak ada alat-alat super modern. Bahkan tempat produksinya, dari dulu tetap begitu-begitu saja. Pemanfaatkan bagian rumah berukuran 4x12 dari warisan keluarganya, Sumadi Seng tak lelah untuk terus berkarya.

Atap seng yang panas, dan peralatan sekadarnya tak menyurutkan niatnya untuk terus menghasilkan kerajinan kulit yang menjadi ciri khas karya keluarganya. Barangkali, karena bertahan di tempat produksi yang panas di bawah seng itulah dirinya dipanggil Sumadi Seng.

"Pernah ada bantuan dari pemerintah, alhamdulillah. Tapi ya kalau bisa diberikan tempat khusus untuk produksi saya, biar leluasa nambah tenaga kerja dan bisa mengurangi pengangguran, terutama anak putus sekolah di Magetan," tuturnya kepada wartawan, kemarin.

Keterbatasan dan kekurangan tersebut tidak lantas memupuskan semangatnya. Sumadi tetap eksis menghasilkan kerajinan-kerajinan kulit untuk aksesoris sepeda onthel.

Usahanya tidak pernah sepi, pesanan barang selalu berdatangan dari berbagai daerah baik dari pembeli langsung atau toko-toko penyedia aksesoris sepeda kuno dari wilayah Madiun, Tulungagung, Surabaya. Bahkan hingga ke Aceh, Kalimantan dan kota besar yang lainya.

"Untuk sadel dalam 5 hari itu ada 10 kodi yang bisa saya produksi. Sedangkan aksesoris lain seperti tas samping bisa samapi 10 biji per hari," jelas Sumadi.

Untuk harga satuannya beraneka ragam tergantung aksesorisnya, mulai dari termurah dijual Rp15 ribu hingga Rp275 ribu.

Sebenarnya Sumadi Seng ingin melebarkan sayapnya lagi. Memasarkan produknya hingga ke manca negara misalnya. Namun lagi-lagi, dia harus berhadapan dengan berbagai kendala yang ada di depannya. "Rencana pingin ekspor, tapi modalnya belum terpenuhi," ujarnya.
(mhd)
Berita Terkait
Balai Pelestarian Kebudayaan...
Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara dan Gorontalo Gelar Kumpul Komunitas Karawo
Balai Ainun Jadi Pusat...
Balai Ainun Jadi Pusat Kerajinan Limbah Kerang di Parepare
Yuk! Intip Ide Membuat...
Yuk! Intip Ide Membuat Kerajinan Tangan dari Kain Perca Bareng Robbika Wijayanti, Hanya di Morning Update, iNews
Pasarkan Produk Kriya...
Pasarkan Produk Kriya Unggul, Dekranas Gelar Pameran Kriyanusa 2023
Belajar Membuat Card...
Belajar Membuat Card Holder, Milenial Yogyakarta Latih Kreativitas
Kreasi Unik, Miniatur...
Kreasi Unik, Miniatur dari Bambu Batik Terkenal hingga Mancanegara
Berita Terkini
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
6 menit yang lalu
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
12 menit yang lalu
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
32 menit yang lalu
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
1 jam yang lalu
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
2 jam yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
5 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved