Freddy Numberi: NKRI Wajib Melindungi Seluruh Warganya

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:41 WIB
Freddy Numberi: NKRI...
Freddy Numberi: NKRI Wajib Melindungi Seluruh Warganya
A A A
JAYAPURA - Harapan untuk hidup dalam suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merdeka, berdaulat, adil, demokratis dan menghormati HAM menjadi kabur manakala dirasakan menjadi Indonesia hanya sebuah nama tanpa makna.

Sesepuh masyarakat Papua , Ambassador Freddy Numberi, mengatakan, mahasiswa Papua yang studi di Kota Surabaya, Malang, Semarang dan lainnya mengalami diskriminasi tentu menimbulkan kekesalan dan rasa kecewa. Apalagi dihina dengan kata-kata kasar dan tidak dilindungi oleh negara dalam hal ini aparat keamanan.

"Mereka pasti memiliki perasaan bahwa tidak ada bedanya antara perlakuan kolonial Belanda dengan negara yang dicintainya Indonesia. Ibarat dimuntahkan dari mulut buaya (Belanda) masuk ke dalam mulut singa (Indonesia)," kata Freddy Numberi dala keterangan tertulisnya.

UUD 1945 dan Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara yang diagungkan terkesan tidak dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sangat prihatin, bahwa Indonesia dalam usia kemerdekaannya ke 74 dan Papua setelah 56 tahun sesuai prinsip Internasional "Uti Possidetis Juris" kembali ke rumahnya bernama NKRI masih saja diperlakukan diskriminatif.

"Terkesan ada pembiaran oleh negara terhadap sekelompok kecil warga negaranya yang notabene adalah mahasiswa-mahasiswi asal Papua. Mahasiswa-mahasiswi Papua bertanya, apakah orang Jawa, Makassar, Batak dan etnis lainnya di Nusantara harus menjadi orang asli Papua dulu agar dapat membela hak asasi orang Papua dalam keberagaman," paparnnya dengan nada bertanya.

Freddy Numberi yang juga mantan Menteri Perhubungan menegaskan bahwa Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua. Mengenal dan memahami anatomi masalah Papua berarti memperkenalkan kita pada Indonesia yang sebenarnya.

Papua adalah Indonesia yang proses negosisasi kebangsaannya belum tuntas, apalagi divonis harga mati. Membicarakan masalah Papua berarti NKRI ikut memikirkan dan peduli terhadap sebagian rakyatnya yang perlu diselamatkan, dilindungi, disejahterakan dan dihormati hak asasinya sesuai UUD 1945 dan Pancasila.

Terkait peristiwa Surabaya dan Malang, semua pihak harus menahan diri agar tidak timbul konflik yang mengarah pada penyakit laten bangsa Indonesia, yaitu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).

"Pihak keamanan harus memproses pelakunya secara profesional tanpa pilih kasih, sehingga mendapat kepercayaan dari para pihak yang bertikai. termasuk kejadian-kejadian di tanah Papua," jelasnya.

Bapak Proklamator RI Bung Karno pada pidato HUT Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1951 di Medan, Sumatera Utara mengatakan: "Hukum itu berlaku buat segala zaman, buat segala tempat, buat segala warna kulit, buat segala agama dan ideologi. Hak-hak asasi manusia itu, satu konstitusi yang dapat kamu banggakan, satu konstitusi yang dapat kamu teladani". "Semoga saja," pungkas Freddy Numberi.
(rhs)
Berita Terkait
Tokoh Adat Sentani:...
Tokoh Adat Sentani: Jangan Terprovokasi Isu Rasisme
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Bentrok di Sentani Masih...
Bentrok di Sentani Masih Berlanjut, Dua Kubu Lengkapi Sajam
Pasukan TNI dan Polisi...
Pasukan TNI dan Polisi Kawal Proses Perdamaian Suku Nduga dengan Suku Lanny Jaya
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
56 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
58 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
58 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved