Gunung Tangkuban Parahu Berkarakter Erupsi Kecil

Jum'at, 26 Juli 2019 - 21:21 WIB
Gunung Tangkuban Parahu...
Gunung Tangkuban Parahu Berkarakter Erupsi Kecil
A A A
BANDUNG BARAT - Gunung Tangkuban Parahu erupsi pada Jumat (26/7/2019) dan ketinggian kolom mencapai 200 meter dari puncaknya. Warga khawatir akan terjadi letusan besar pada gunung yang berada di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini.

Berdasarkan catatan sejarah dan literasi yang dihimpun SINDOnews.com, karakter erupsi gunung ini mayoritas kecil. Dikutip dari situs VSI.ESDM, menurut van Bemmelen (1934, dalam Kusumadinata 1979) bahwa Gunung Tangkuban Parahu tumbuh di dalam Kaldera Sunda sebelah timur. Berdasarkan coraknya, erupsinya dapat dibagi tiga fase.

Yaitu Fase eksplosif yang menghasilkan piroklastik dan mengakibatkan terjadinya lahar. Fase efusif yang menghasilkan banyak aliran lava berkomposisi andesit basaltis, dan Fase pembentukan atau pertumbuhan. Sementara saat ini umumnya eksplosif kecil-kecil dan kadang diselingi erupsi freatik.

Erupsi Gunung Tangkuban Perahu dapat digolongkan sebagai erupsi kecil. Leleran lava diperkirakan kemungkinannya terjadi. Berdasarkan pengalaman sejak abad ke 19, gunung api ini tidak pernah menunjukkan erupsi magmatik besar, kecuali erupsi abu tanpa diikuti oleh leleran lava, awan panas ataupun lontaran batu pijar.

Erupsi freatik umumnya dominan dan biasanya diikuti oleh peningkatan suhu solfatara dan fumarola di beberapa kawah yang aktif, yaitu Kawah Ratu, Kawah Baru, dan Kawah Domas. Sedangkan, material vulkanik yang dilontarkan umumnya abu yang sebarannya terbatas di sekitar daerah puncak hingga beberapa kilometer.

Semburan lumpur hanya terbatas di daerah sekitar kawah. Pada waktu peningkatan kegiatan, asap putih fumarola/solfatara kadang-kadang diikuti oleh peningkatan gas-gas vulkanik seperti gas racun CO dan CO2.

Bila akumulasi gas-gas racun di sekitar kawah aktif semakin tinggi, daerahnya dapat diklasifikasikan ke dalam daerah bahaya primer terbatas. Bahaya sekunder seperti banjir lahar tidak pernah terjadi dalam waktu sejarah. Longsoran lokal terjadi di dalam kawah dan lereng atas yang terjal.
(wib)
Berita Terkait
Badan Geologi: Waspadai...
Badan Geologi: Waspadai Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Tanpa Gejala
Gunung Tangkuban Parahu...
Gunung Tangkuban Parahu Semburkan Asap Putih, Ini Hasil Evaluasi PVMBG
Hutan Gunung Tangkuban...
Hutan Gunung Tangkuban Parahu Terbakar, Api Diduga dari Gas Alam
Semburkan Asap Solfatara,...
Semburkan Asap Solfatara, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Gunung Tangkuban Parahu
Viral Rekaman Video...
Viral Rekaman Video Gunung Tangkuban Perahu Meletus, Begini Faktanya
Membara, Hutan Gunung...
Membara, Hutan Gunung Tangkuban Parahu Hangus Terbakar
Berita Terkini
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
12 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
5 jam yang lalu
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved