Anggota Polri Pemegang Senpi Harus Diawasi secara Ekstra
Jum'at, 26 Juli 2019 - 15:05 WIB
Anggota Polri Pemegang Senpi Harus Diawasi secara Ekstra
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Irjen Pol (Purn) Benny Josua Mamoto menilai harus ada pengawasan ekstra terhadap anggota Polri yang memegang senjata organik. Ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus penembakan antar sesama anggota Polri, seperti yang terjadi di Polsek Cimanggis, Depok, Kamis, 25 Juli 20109 malam tadi.
"Perlu dilatih kembali mengenai bagaimana cara membawa, menyimpan dan menggunakan. Semuanyanya perlu diingatkan kembali," ungkap Benny saat dihubungi SINDOnews, Jumat (26/7/2019).( Baca: Almarhum Bripka Rahmat Effendi Dikenal sebagai Polisi yang Berintegritas )
Dia mengatakan, penggunaan senjata api saat berada di lapangan tembak berbeda jauh ketika dalam penugasan."Banyak pertimbangan yang harus diambil sebelum menggunakan senjata api. Selain itu situasi dan kondisi menjadi pertimbangan khusus," katanya.
Disamping itu, lanjur Benny, dalam menggunakan senjata api dituntut untuk memiliki keterampilan serta perlu adanya pemeriksaan berkala bagi anggota yang memegang senjata api."Perlu ada pengawasan khusus seperti kebiasaan soal minum-minuman keras, konsumsi narkoba ataupun kondisi stres karena masalah pribadi," ujarnya.
Benny pun menilai, dalam kasus ayang terjadi di Polsek Cimanggis orang pertama yang harus bertanggung jawab adalah atasan pelaku."Atasan yang paling tahu kondisi anggotanya, oleh sebab itu secara berjenjang perlu diminta tanggung jawabnya supaya ada kepedulian," ucapnya.( Baca: Kesaksian Warga Soal Penembakan di Polsek: Saya Lihat Petugas Berlarian )
"Perlu dilatih kembali mengenai bagaimana cara membawa, menyimpan dan menggunakan. Semuanyanya perlu diingatkan kembali," ungkap Benny saat dihubungi SINDOnews, Jumat (26/7/2019).( Baca: Almarhum Bripka Rahmat Effendi Dikenal sebagai Polisi yang Berintegritas )
Dia mengatakan, penggunaan senjata api saat berada di lapangan tembak berbeda jauh ketika dalam penugasan."Banyak pertimbangan yang harus diambil sebelum menggunakan senjata api. Selain itu situasi dan kondisi menjadi pertimbangan khusus," katanya.
Disamping itu, lanjur Benny, dalam menggunakan senjata api dituntut untuk memiliki keterampilan serta perlu adanya pemeriksaan berkala bagi anggota yang memegang senjata api."Perlu ada pengawasan khusus seperti kebiasaan soal minum-minuman keras, konsumsi narkoba ataupun kondisi stres karena masalah pribadi," ujarnya.
Benny pun menilai, dalam kasus ayang terjadi di Polsek Cimanggis orang pertama yang harus bertanggung jawab adalah atasan pelaku."Atasan yang paling tahu kondisi anggotanya, oleh sebab itu secara berjenjang perlu diminta tanggung jawabnya supaya ada kepedulian," ucapnya.( Baca: Kesaksian Warga Soal Penembakan di Polsek: Saya Lihat Petugas Berlarian )
(whb)