Pengamat Ini Beberkan Alasan Anies Baswedan Kerap Jadi Sasaran Buzzer
Kamis, 25 Juli 2019 - 07:04 WIB
Pengamat Ini Beberkan Alasan Anies Baswedan Kerap Jadi Sasaran Buzzer
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap menjadi sasaran fitnah dan cacian yang dilakukan melalui media sosial. Kondisi ini ditengarai karena Anies Baswedan berpotensi menjadi Capres 2024 mendatang sehingga harus 'diantisipasi' lebih dini.
Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, banyaknya serangan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena ada pihak-pihak yang berusaha menjegal mantan Mendikbud itu. ( Baca: Surya Paloh Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 )
"Anies untuk mengcounter isu-isu negatif yang dimainkan buzzer lawan politik dalam rangka menjatuhkan citranya karena dianggap berbahaya di tahun 2024, kalau Anies terang dan tidak dijegal atau tidak diredupkan maka 2024 dianggap berbahaya muncul dengan mulus sebagai calon presiden atau tidak menang menjadi cagub untuk periode kedua," urai Pangi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (24/7/2019).
Pangi menambahkan, Anies bisa saja buat team buzzer 'tandingan' dalam rangka meng-counter isu miring dan fitnah yang merusak citra Anies. "Atau Anies meminta tim buzzer 'ultimatum' yang menyerang dan ingin mematikan karakter pribadi agar segera tim buzzer tersebut membubarkan diri," tegasnya. ( Baca: Semakin Berprestasi, Ada 'Operasi Serangan' di Medsos Terhadap Anies )
Lebih lanjut, buzzer tidak ada yang alamiah. Semua ada arsitekturnya, yang merangcang munculnya pemimpin seperti Malaikat yang diidam-idamkan dan dibenci sebenci-bencinya seperti setan.
"Ini sangat bergantung pada 'tangan dingin' buzzer, tidak berlebihan kita mengatakan keberadaan buzzer adalah keniscayaan, dan buzzer juga bisa merusak tatanan nilai demokrasi itu sendiri," tutup Pangi.
Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, banyaknya serangan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena ada pihak-pihak yang berusaha menjegal mantan Mendikbud itu. ( Baca: Surya Paloh Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 )
"Anies untuk mengcounter isu-isu negatif yang dimainkan buzzer lawan politik dalam rangka menjatuhkan citranya karena dianggap berbahaya di tahun 2024, kalau Anies terang dan tidak dijegal atau tidak diredupkan maka 2024 dianggap berbahaya muncul dengan mulus sebagai calon presiden atau tidak menang menjadi cagub untuk periode kedua," urai Pangi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (24/7/2019).
Pangi menambahkan, Anies bisa saja buat team buzzer 'tandingan' dalam rangka meng-counter isu miring dan fitnah yang merusak citra Anies. "Atau Anies meminta tim buzzer 'ultimatum' yang menyerang dan ingin mematikan karakter pribadi agar segera tim buzzer tersebut membubarkan diri," tegasnya. ( Baca: Semakin Berprestasi, Ada 'Operasi Serangan' di Medsos Terhadap Anies )
Lebih lanjut, buzzer tidak ada yang alamiah. Semua ada arsitekturnya, yang merangcang munculnya pemimpin seperti Malaikat yang diidam-idamkan dan dibenci sebenci-bencinya seperti setan.
"Ini sangat bergantung pada 'tangan dingin' buzzer, tidak berlebihan kita mengatakan keberadaan buzzer adalah keniscayaan, dan buzzer juga bisa merusak tatanan nilai demokrasi itu sendiri," tutup Pangi.
(ysw)