Sudah Dua Hari, Nelayan yang Hilang di Perairan Likupang Belum Ditemukan
Selasa, 09 Juli 2019 - 12:54 WIB
Sudah Dua Hari, Nelayan yang Hilang di Perairan Likupang Belum Ditemukan
A
A
A
MANADO - Ali Dasrul (50), seorang nelayan asal Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesu Utara (Sulut), dilaporkan hilang di perairan Likupang sejak Sabtu (6/7/2019).
Humas SAR Manado, Fery Ari Yanto menjelaskan, pihaknya baru mendapat laporan nelayan hilang, Senin (8/7/2019). "Berdasarkan informasi korban bernama Ali Darui (50) asal Desa Maen. Dia diketahui pergi mencari ikan pada hari Sabtu 6 Juli 2019 pukul 17.00," katanya, Selasa (9/7/2019).
Dikatakan, menurut sejumlah saksi, korban terakhir terlihat mengenakan pakaian berwarna abu-abu dan menggunakan perahu warna biru dengan mesin ketinting. Hingga saat ini belum kembali ke rumah. Timnya kata dia, dihari pertama pukul 11.55 Wita, tim rescue serta KN SAR Bima Sena berangkat dan tiba di lokasi pada pukul 12.25 Wita.
Kemudian langsung melakukan koordinasi dengan unsur yang terlibat dalam pencarian, bersama Polair Polres Minut, Polsek Likupang serta masyarakat dan keluarga korban. "Tim melakukan pencarian sesuai koordinat hingga menyisir sepanjang pantai Pulisan tapi belum berhasil menemukan tanda-tanda dan perahu korban," terangnya.
Memasuki hari kedua, Selasa (9/7/2019), kata dia, pencarian kembali dilakukan. Tim SAR melanjutkan pencarian sejak pagi dengan menggunakan rubber boat 6 orang mopel 25 PK serta speed boat dari keluarga korban. "Saat ini tim masih terus melakukan pencarian. Mudah-mudahan korban dapat ditemukan. Alhamdulillah pencarian kali ini didukung dengan cuaca di lokasi cerah," pungkasnya.
Humas SAR Manado, Fery Ari Yanto menjelaskan, pihaknya baru mendapat laporan nelayan hilang, Senin (8/7/2019). "Berdasarkan informasi korban bernama Ali Darui (50) asal Desa Maen. Dia diketahui pergi mencari ikan pada hari Sabtu 6 Juli 2019 pukul 17.00," katanya, Selasa (9/7/2019).
Dikatakan, menurut sejumlah saksi, korban terakhir terlihat mengenakan pakaian berwarna abu-abu dan menggunakan perahu warna biru dengan mesin ketinting. Hingga saat ini belum kembali ke rumah. Timnya kata dia, dihari pertama pukul 11.55 Wita, tim rescue serta KN SAR Bima Sena berangkat dan tiba di lokasi pada pukul 12.25 Wita.
Kemudian langsung melakukan koordinasi dengan unsur yang terlibat dalam pencarian, bersama Polair Polres Minut, Polsek Likupang serta masyarakat dan keluarga korban. "Tim melakukan pencarian sesuai koordinat hingga menyisir sepanjang pantai Pulisan tapi belum berhasil menemukan tanda-tanda dan perahu korban," terangnya.
Memasuki hari kedua, Selasa (9/7/2019), kata dia, pencarian kembali dilakukan. Tim SAR melanjutkan pencarian sejak pagi dengan menggunakan rubber boat 6 orang mopel 25 PK serta speed boat dari keluarga korban. "Saat ini tim masih terus melakukan pencarian. Mudah-mudahan korban dapat ditemukan. Alhamdulillah pencarian kali ini didukung dengan cuaca di lokasi cerah," pungkasnya.
(nag)