Pengungsi Bentrokan Antar Desa di Buton Mulai Terserang Penyakit

Jum'at, 07 Juni 2019 - 12:06 WIB
Pengungsi Bentrokan...
Pengungsi Bentrokan Antar Desa di Buton Mulai Terserang Penyakit
A A A
BUTON - Pengungsi bentrokan antar warga Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berasa di lokasi pengungsian mulai terserang sejumlah penyakit. Penyakit yang diderita para pengungsi di antaranya demam dan batuk, serta mereka lemas karena masih trauma pasca bentrok pada hari Lebaran Rabu 5 Juni 2019 lalu.

Tiga hari pasca bentrokan antar kampung dan menyebabkan 87 rumah hangus terbakar, para pengungsi masih bertahan di rumah-rumah warga di sejumlah desa di Kecamatan Pasarwajo, seperti Desa Laburinci dan Kelurahan Kombeli.

Pengungsi terbanyak berada di Desa Laburunci. Di desa ini kurang lebih 900 pengungsi, sedangkan di desa lainnya kurang lebih 200 pengungsi. "Waktu kejadian saya ikut lari ke hutan. Sekarang saya merasa lemas, dan muntah-muntah," ujar Wa Rita, salah pengungsi.

Masnia, pengungsi lainnya juga mulai menderita flu dan batuk sejak berada di pengungsian. "Malam saya tidak bisa tidur, masih trauma kejadian kemarin," ucapnya.

Kepala Desa Gunung Jaya, La Rusli mengatakan jumlah penduduk Desa Gunung Jaya sekitar 1.500 jiwa. Pasca bentrok mereka semua mengungsi. Selain di Kecamatan Pasarwajo, warga Gunung Jaya juga mengungsi di Kota Baubau.

"Semua warga saya mengungsi, bukan hanya yang rumahnya terbakar saja. Yang tinggal laki-laki berjaga agar rumah yang tersisa tidak dibakar. Tapi kalau anak-anak dan ibu-ibu semua mengungsi," ujar La Rusli, Kepala Desa Gunung Jaya.

Hingga saat ini menurut penuturan warga, tim kesehatan belum melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pengungsi. Para pengungsi membutuhkan obat-obatan untuk sakit yang diderita mereka.

Warga juga telah membuat dapur umum hasil swadaya masyarakat untuk kebutuhan pengungsi. Selain itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton juga membuat dapur umum di sejumlah lokasi. Umumnya para pengungsi didominasi oleh perempuan dan anak kecil serta para orang tua, sedangkan anak muda khususnya laki-laki masih bertahan di Desa Gunung Jaya untuk menjaga kampung mereka.
(kri)
Berita Terkait
Rampas Sepeda Motor...
Rampas Sepeda Motor Picu Tawuran Antar 2 Kelompok Pemuda di Medan
Remaja 15 Tahun Korban...
Remaja 15 Tahun Korban Tawuran di Makassar Terkena Anak Panah di Dada
Tragis, 37 Warga Pubabu...
Tragis, 37 Warga Pubabu Besipae Diserang Warga Desa Tetangga
Breaking News! Abepura...
Breaking News! Abepura Papua Mencekam 2 Kelompok Warga Bentrok Terdengar Suara Tembakan
Cegah Bentrok, Bupati...
Cegah Bentrok, Bupati Tapsel Minta Jajarannya Peka Situasi Keamanan
Bentrok Antar Warga...
Bentrok Antar Warga 2 Desa di Tapsel: 3 Orang Luka Tembak Senapan Angin
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
6 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
36 menit yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
1 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved