Peneliti LIPI Apresiasi Aparat Dalam Memitigasi Kericuhan Demo 22 Mei

Sabtu, 25 Mei 2019 - 16:03 WIB
Peneliti LIPI Apresiasi...
Peneliti LIPI Apresiasi Aparat Dalam Memitigasi Kericuhan Demo 22 Mei
A A A
JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menilai upaya aparat TNI-Polri dalam memitigasi kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta, sudah maksimal. Bahkan anggota yang melakukan pengamanan di Kantor Bawaslu juga terlalu baik dalam menghadapi massa yang bertindak anarkis.

"Saya dan para akademisi menganalisis aparat kita terlalu baik. Aparat kita cenderung takut kena HAM," kata pria yang akrab disapa Kikiek itu di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Kikiek mengatakan aparat seharusnya membubarkan saja saat massa melewati batas waktu yang sudah diberikan toleransi.

"Mereka jelas melanggar hukum. Ini pola kerusuhan seperti yang terjadi pada Mei 1998 tapi kemampuan aparat intelijen sudah lebih canggih, jauh lebih canggih dari saat 98," ujarnya.

Dia menegaskan dari pengalamannya, bahwa tidak ada para pendemo bisa bertahan lebih dari 12 jam dari siang hingga malam dan berbuat kerusuhan pada dini hari. Bahkan kerusuhan terjadi bukan di depan Bawaslu tetapi di tempat-tempat lain.

"Artinya didatangkan orang lain. Dari pengumuman polisi orang yang ditangkap dari daerah, Jogja, Jatim, Jateng, Jabar, Banten, Medan, dan NTB," kata Kikiek.

Dia berkaca kepada krisis politik mulai dari tahun 1974 yang dikenal dengan peristiwa Malari, peristiwa 98 dan sampai dengan saat ini polanya hampir sama. Ketika ada pihak-pihak secara politik kalah dan ingin bertahan menggunakan cara jalanan.

"Cara jalanan ini dibuat supaya ada trigger, supaya ada trigger untuk punya dampak politis lebih besar. Pada kasus yang sekarang ini yang terjadi adalah pengkondisian lingkungan politis dari awal, pemilu curang, ini itulah, segala macam, terutama dengan hoaks," katanya.

Pengumuman hasil rekapitulasi Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan Jokowi-Ma'ruf Amin pemenang lebih awal yakni pada Selasa (21/5/2019), sangat menguntungkan dari situasi keamanan.

"Kalau sesuai setting pertama tanggal 22 Mei pasti meledak, lebih besar, akan lebih besar kerusuhannya," ucap Kikiek.
(ysw)
Berita Terkait
PSBB Bodebek Diperpanjang...
PSBB Bodebek Diperpanjang hingga 22 Mei
Kegagalan Negara Mengungkap...
Kegagalan Negara Mengungkap Dalang Kerusuhan di Indonesia
Ingat! 22 Mei 2020,...
Ingat! 22 Mei 2020, ASN Tetap Masuk Kerja
Kementerian Agama: Isbat...
Kementerian Agama: Isbat Awal Syawal Digelar 22 Mei 2020
Akhirnya Film Legenda...
Akhirnya Film Legenda Petualang Herman Lantang Diputar 22 Mei
Menag: Sidang Isbat...
Menag: Sidang Isbat Awal Syawal 1441H Digelar 22 Mei
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
6 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
6 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
7 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
8 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
8 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved